Senjata Tradisional Gorontalo

Senjata Tradisional Gorontalo – Gorontalo ialah sebuah daerah yang mempunyai banyak sekali berbagai macam artefak-artefak peninggalan leluhur.

Salah satu artefak yang menjadi peninggalan leluhur di Gorontalo adalah senjata tradisional yang digunakan untuk berperang dan juga sebagai alat bantu kegiatan sehari-hari untuk memnuhi kebutuhan hidup, seperti berburu misalnya.

Roni Monoarfa mengatakan bahwasanya senjata tradisional ialah suatu benda unik yang memiliki kandungan nilai artistik yang sangat tinggi.

Nilai artistik tersebut menjadikan senjata tradisional ini menjadi artefak yang begitu berharga dan juga menjadi salah satu khasanah kebudayaan di Gorontalo.

Ada banyak sekali jenis senjata Gorontalo yang perlu kita ketahui, berikut diantaranya:

Senjata Tradisional Gorontalo Jenis Parang


Aliyawo

Aliyawo, Senjata Tradisional Gorontalo

Aliyawo merupakan senjata tradisional masyarakat Gorontalo yang dipakai saat perang panipi oleh para prajurit kerajaan dalam merebut sebuah kekuasaan.

Senjata ini digunakan oleh empat kerajaan, yakni kerajaan Limboto, Suwama, Gorontalo, dan juga Gowa.

Menurut bapak A.W Lihu, senjata Aliyawo ini seharusnya mempunyai pasangan yang berupa tameng atau penangkis.

Wamilo

Wamilo, Senjata Tradisional Gorontalo

Wamilo ialah salah satu senjata tradisional yang merupakan peninggalan para leluhur Gorontalo.

Senjata ini selain dipakai untuk keperluan berperang melawan penjajah, juga biasa digunakan dalam bidang pertanian.

Senjata tradisional Gorontalo Wamilo sendiri terbuat dari bahan besi yang memiliki sarung yang terbuat dari bahan kayu kuning.

Senjata ini dapat dijumpai di seluruh kerajaan di Gorontalo yang banyak digunakan sebagai alat untuk menjaga lahan pertanian, peternakan dan menjaga diri dari bahaya.

Banggo

Banggo

Banggo merupakan senjata tradisional Gorontalo yang digunakan oleh para leluhur masyarakat Gorontalo.

Senjata ini terbuat dari besi yang memiliki pasangan yang berfungsi sebagai sarung. Sarung senjata ini terbuat dari bahan kayu hitam dan kayu kuning.

Senjata ini merupakan senjata yang umum dimiliki oleh masyarakat Gorontalo dalam mengolah perkebunan mereka.

Banggo sendiri tersebar luas diseluruh kerajaan yang ada di daerah Gorontalo.

Senjata Tradisional Gorontalo Jenis Keris


Baladu

Baladu, Senjata Tradisional Gorontalo

Baladu adalah senjata tradisional masyarakat Gorontalo yang dimanfaatkan dalam medan peperangan. Senjata ini merupakan salah satu senjata yang juga dipakai dalam perang panipi.

Menurut Abd. Razak A. Maksum, senjata baladu ini dimiliki oleh para pengawal raja yang ada pada tiap-tiap kerajaan yang ada di daerah Gorontalo..

Badi

Badi

Badi adalah senjata tradisional Gorontalo yang memiliki bentuk dan ukuran yang kecil. Badi ialah senjata peninggalan leluhur Gorontalo yang memiliki fungsi sebagai senjata untuk berperang dan menjaga diri dari bahaya.

Senjata ini biasanya digunakan oleh para penjaga istana kerajaan dan juga para pasukan berkuda.

Badi terbuat dari bahan logam besi putih dan sarungnya terbuat dari kayu kuning.

Eluto

Eluto, Senjata Tradisional Gorontalo

Eluto ialah senjata yang berasal dari Suwawa yang terbuat dari materiaal tembaga sedangkan sarung dari senjata ini terbuat dari kayu.

Ada sebuah syair mengenai senjata Eluto ini yang berbunyi:

Bo’umilingo eluto suwawa, palialo limutu, duhuwalo hulonthalo

Yang artinya : “Bergerak sedikit senjata Eluto Suwawa, Limboto terluka, Gorontalo berdarah (mati).

Selain itu, senjata ini biasanya digunakan dan dipakai oleh seorang raja dan talenge atau panglima perang.

Bito Palape

Bito Palape

Bito Palape merupakan salah satu senjata tradisional Gorontalo yang memiliki fungsi sebagai senjata untuk berperang dan membela diri dalam melawan para penjajah.

Senjata ini tercatat dalam sejarah perlawanan raja pertama kerajaan Wadda yang merupakan kerajaan tertua di Gorontalo yang bernama Bunia Guguto di gunung Buliohuto pada tahun 1382.

Senjata ini memiliki ukuran kayu runcing kurang lebih 25cm dan kayu pangkalya kurang lebih 20 cm yang terbuat dari kayu hitam.

Biasanya senjata ini dimiliki oleh anak raja dan keluarga istana raja.

Senjata Tradisional Gorontalo Jenis Pedang Panjang


Sabele

Sabele

Sabale merupakan salah satu senjata tradisional Gorontalo yang pada zaman dahulu digunakan sebagai alat untuk bertani.

Hal tersebut sesuai dengan yang dinyatakan oleh H. Abdul Wahab Lihu bahwa senjata ini merupakan alat utama yang digunakan oleh seluruh masyarakat Gorontalo dalam bertani.

Sabale juga tercatat sebagai salah satu senjata yang digunakan dalam perang panipi dalam merebut kekuasaan tiap-tiap kerajaan Gorontalo.

Sumala

Sumala, Senjata Tradisional Gorontalo

Sumala ialah peninggalan para leluhur masyarakat Gorontalo yang digunakan dalam perang melawan para penjajah.

Senjata ini juga tercatat sebagai salah satu senjata yang dipakai dalam perang panipi.

Senjata ini dipakai oleh mayuru atau pasukan kerajaan yang berbaju hitam. Senjata ini juga digunakan oleh seluruh kerajaan yang ada di daerah Gorontalo.

Menurut H. Abdul Wahab Lihu Sumala yang asli memiliki nilai kesakralan yang tinggi.

Huwangga

Huwangga

Huwangga merupakan senjata tradisional Gorontalo selanjutnya yang digunakan dalam berperang melawan para penjajah dan merebut dan mempertahankan kekuasaan kerajaan.

Senjata ini juga digunakan dalam perang panipi oleh masyarakat Gorontlao.

Selain sebagai senjata untuk berperang, Huwangga juga dipakai oleh para raja ketika bepergian dan berkunjung di suatu tempat.

Huwangga memiliki ukuran kurang lebih 95cm. Pada bagian gagang dan juga sarungnya terbuat dari kayu hitam. Yang berhak menggunakan senjata ini hanyalah seorang raja.

Baca pula senjata tradisional Yogyakarta buat menambah pengetahuan kamu

Senjata Tradisional Gorontalo Jenis Tombak


Totobu’o

Totobu'o

Totobu’o adalah senjata tradisional Gorontalo yang merupakan senjata jenis tombak.

Totobu’o digunakan oleh para leluhur untuk berperang melawan para penjajah.

Senjata ini dipakai dilima kerajaan yakni, kerajaan Limboto, Suwawa, Gorontalo, Bulango dan kerajaan Atinggola.

Totobu’o memiliki gagang senjata yang terbuat dari kayu hitam sedangkan pada bagian mata tombaknya terbuat dari besi.

Senjata ini dipakai oleh prajurit penjaga istana kerajaan Gorontalo. Selain digunakan sebagai senjata untuk berperang, senjata ini juga digunakan untuk melakukan pemburuan binatang.

Totobu’o Yilambua

Totobu'o Yilambua, Senjata Tradisional Gorontalo

Senjata tradisional Gorontalo Totobu’o Yilambua ini ialah senjata berjenis tombak yang dipakai dalam perang melawan para penjajah.

Menurut Farha Daulima dan Suardi Bay Totobu’o Yilambua memiliki ukuran kurang lebih 205 cm, gagang dari senajata ini terbuat dari kayu hitam sedangkan pada bagian ujung atau mata tombaknya terbuat dari besi putih.

Pada bagain pangkal mata senjata ini terdapat serat enau yang melingkari bagian pangal mata senjata.

Biasanya senjata ini digunakan oleh keturunan raja laki-laki, paman raja dan juga prajurit istana di kerajaan.

Menurut Abd. Razak A. Maksum senjata ini termasuk senjata umum yang digunakan oleh masyarakat Gorontalo untuk berperang terutama para prajurit istana kerajaan yang ada di Gorontalo.

Sambawa

Sambawa

Sambawa merupakan senjata tradisional Gorontalo yang merupakan senjata jenis tombak.

Senjata ini biasanya digunakan untuk perang melawan para penjajah. Sambawa merupakan senjata yang terbuat dari kayu hitam pada bagian gagangnya, sedangkan ujung mata tombaknya terbuat dari besi putih.

Senajata ini memiliki ukuran kurang 165 cm dan pada bagian sisi gagangnya terdapat sebuah ukiran menyerupai kaki lipan.

Sambawa biasanya digunakan oleh keluarga istana, remaja kerajaan dan juga pasukan kerajaan.

Kanji Pumbungo

Kanji Pumbungo, Senjata Tradisional Gorontalo

Senjata ini merupakan senjata jenis tombak yang dipakai oleh para leluhur Gorontalo dalam peperangan, senjata ini juga biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Senjata aini memiiki ukuran 275 cm, pada bagian gagangnya terbuat dari kayu hitam, sedangkan pada ujung nya terbuat dari besi yang berjumlah tujuh mata

Menurut Alex Bobihoe senjata Kanji Pumbungo ini merupakan senjata tradisional Gorontalo yang sering dipakai oleh para prajurit istana dalam berperang dan juga untuk menangkap ikan dalam aktivitas sehari-hari.

Ono-ono

Ono-ono

Ono-ono ialah salah satu jenis senjata tombak yang digunakan oleh masyarakat Gorontalo untuk berperang dalam melawan para penjajah.

Selain itu, senjata ini juga sering dipakai sebagai alat untuk berburu binatang di hutan.

Ono-ono ini juga digunakan oleh para prajurit, penjaga belakang istana, orang-orang pertapaan serta pengawal raja.

Menurut Farha Daulima dan Suwardi Bay, senjata ini memiliki ukuran 195 cm yang terbuat dari batang pohon enau yang memiliki bentuk silinder kecil.

Dodopa

Dodopa, Senjata Tradisional Gorontalo

Dodopa merupakan senjata yang memiliki bentuk persegi empat memanjang dengan ukuran 105 cm dan terbuat dari batang nibung atau ombulo.

Senjata ini biasanya digunakan oleh para prajurit penjaga batas istana, pasukan belakang dan juga para pertapaan.

Dodopa adalah salah satu senjata tradisional Gorontalo yang juga berjenis tombak yang juga digunakan oleh masyarakat Gorontalo dalam perang dan senjata pelindung diri.

Senjata Tradisional Gorontalo Jenis Kayu Pemukul


Kalumbi

Kalumbi, Senjata Tradisional Gorontalo

Kalumbi merupakan salah satu dari senjata tradisional Gorontalo yang berupa kayu pemukul.

Senjata ini juga digunakan pada saat perang dan sebagai alat penjaga penyimpanan hasil pangan masyarakat Gorontalo.

Senjata ini memiliki ukuran 50 cm dan terbuat dari kayu hitam. Biasanya senjata ini digunakan oleh penjaga istana dan juga pegawal pasukan berkuda.

Pantilo

Pantilo

Pantilo atau Pandilo ialah salah satu jenis senjata tradisional Gorontalo yang juga berjenis pemukul yang terbuat dari kayu.

Senjata ini dipakai dalam berperang dan untuk berjaga-jaga. Menurut Farha Daulima dan Suwardi Bay senjata ini memiliki ukuran 45 cm dan terbuat dari kayu hitam.

Senjata Pantilo adalah salah satu senjata yang digunakan untuk menghadang lawan ketika berperang.


Itulah ke 18 senjata tradisional Gorontalo yang dapat saya bagikan untuk sobat semua, semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahun dan kecintaan kita terhadap budaya yang ada di Indonesia terkhusus Gorontalo.

Leave a Reply