5 Nama Rumah Adat Sulawesi Selatan (Beserta Ciri & Keunikannya)
sumber : ksmtour.com

5 Nama Rumah Adat Sulawesi Selatan (Beserta Ciri & Keunikannya)

Rumah adat merupakan bagian dari kebudayaan dan kekayaan yang ada di Nusantara, selain itu rumah adat juga pasti mempunyai keberagaman ciri khasnya masing-masing. Setelah sebelumnya sudah dibahas mengenai Keunikan Rumah Adat Bali, kali ini kita akan membahas mengenai Rumah Adat Sulawesi Selatan.

Hampir setiap daerah di Indonesia bisa dipastikan memiliki rumah adatnya masing-masing, begitu juga dengan Provinsi Sulawesi Selatan yang juga mempunyai aneka ragam kebudayaan dan juga rumah adat yang sesuai dengan masing-masing sukunya.

Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, rumah adat dipercaya sebagai sebuah tempat yang sakral. Hal tersebut dikarenakan pada setiap bangunannya memiliki kandungan filosofi tersendiri.

Selain itu rumah adat di Provinsi Sulawesi Selatan juga memiliki nilai artistik yang sangt tinggi, sehingga menjadikannya dikenal oleh banyak orang.

Nah berikut ini adalah macam-macam rumah adat yang ada di Sulawesi Selatan:

Rumah Adat Suku Makassar

rumah adat sulawesi selatan adalah
sumber : andihidayat1505.wordpress.com

Apabila di pandang dari segi kategorinya, rumah adat sulawesi selatan ini dapat dikategorikan kedalam jenis rumah panggung yang mempunyai tinggi yakni 3 meter dari permukaan tanah.

Rumah adat suku makassar ini di topang oleh sejumlah tiang kayu yang tersusun secara rapi. Rumah adat ini mempunyai bentuk segi empat dan juga terdiri dari beberapa tiang penyangga yang mengarah kebagian belakang. Selain itu bangunan rumah ini juga mempunyai 5 tiang yang mengarah ke bagian samping.

Rumah adat suku Makassar yang dimiliki oleh kalangan bangsawan biasanya mempunyai bentuk atap yang nampak seperti halnya pelana kuda dengan ujungnya yang runcing.

Pada zaman dahulu, rumah adat Sulawesi Selatan ini memakai atap yang terbuat dari alang-alang, rumbia dan juga nipah. Namun pada saat ini, banyak sekali penduduk suku Makassar yang telah berganti menggunakan genteng sebagai atap rumahnya.

Pada bagian belakang dan juga depan atap dari rumah ini memiliki puncak berbentuk segitiga yang biasa disebut dengan timbak sela.

Untuk pemiliki rumah kalangan bangsawan, biasanya bentuk timbak sela yang dipakau dibuat dengan cara bersusun, jika susunan dari timbak sela itu semakin banyak, berarti hal tersebut menandakan bahwasanya semakin tingginya derajat dari pemiliki rumah tersebut.

Rumah adat Suku Makassar ini mempunyai 2 jenis anak tangga yang masing-masing berbeda:

1# Sapana : adalah sebuah anak tangga yang dibuat dari bahan bambu dengan memiliki 3 sampai 4 induk tangga dengan anak tangga yang dianyam, sehingga memiliki bentuk yang rapi.

Didalam tangga sapana biasanya terdapat sebuah pegangan di sebelah sampingnya yang dibuat untuk para bangsawan.

2# Tukak : tangga ini adalah jenis tangga yang bahan pembuatannya terbuat dari kayu dan juga terdiri dari 3 induk tangga. Tangga jenis ini biasanya dipakai oleh rakyat biasa, maka dari itu biasanya tangga ini tidak memiliki tempat pegangan dan jua jumlah anak tangga dari tukak biasanya selalu ganjil.

Rumah Adat Suku Bugis

rumah adat sulawesi selatan disebut
sumber : dariadigi.blogspot.com

Rumah adat Suku Bugis memiliki keunikannya tersendiri dari rumah adat yang ada lainnya.

Hal tersebut dikarenakan dalam pembangunannya selain dipengaruhi oleh budaya penduduk suku Bugis sendiri juga ada pengaruh dari agama Islam. Mengapa bisa demikian?

Hal tersebut dikarenakan waktu itu Islam sudah mampu membudaya di daerah suku Bugis, hal tersebut bisa di buktikan dengan bangunan rumah adat Suku Bugis yang kebanyakan dari bangunannya berorientasi mengarah kepada arah kiblat.

Keunikan lainnya dari rumah adat Suku Bugis ini adalah pembangunannya yang tidak melibatkan paku sama sekali namun paku yang biasa digunakan dalam pembuatan rumah digantikan oleh besi atau kayu yang ada.

Selain itu, pembangunan rumah adat ini juga digantungkan berdasarkan status sosial dari pemilik rumahnya.

Biasanya rumah yang dihuni oleh para bangsawan dinamai dengan sebutan Rumah Sao Raja, sedangkan untuk rakyat biasa biasanya disebut dengan sebutan Rumah Bola.

Meskipun begitu, Rumah Sao Raja maupun Rumah Bola biasanya memiliki 3 bagian yang menjadi bagian dari bangunannya, berikut ini adalah tiga bagian dari rumah adat Suku Bugis:

  • Rakkaeng atau Pemakang, biasanya dipakai sebagai tempat untuk meyimpan aneka benda yang dianggap sebagai benda pusaka dan juga dijadikan sebagai tempat untuk menyimpan makanan.
  • Bola atau juga biasa disebut dengan Kalle Bala, merupakan sebuah ruangan yang digunakan khusus sebagai tempat untuk ruang tamu, ruang tidur ataupun ruang dapur.
  • Sedangkan Awasao atau Passiringan, biasanya dipakai sebagai tempat dalam menyimpan berbagai jenis alat untuk bertani ataupun untuk menyimpan aneka alat peternakan lainnya.

Selain itu rumah adat Suku Bugis juga memiliki hiasan ornamen, lebih dari itu Ornamen yang ada tidak hanya berguna sebagai hiasan belaka namun juga melangbangkan sebuah simbol bagi status sang pemilik rumah

Rumah Adat Suku Luwuk

rumah adat sulawesi selatan namanya
sumber : aaurumid.blogspot.com

Rumah adat Sulawesi Selatan yang selanjutnya adalah dari Suku Luwuk, rumah adat ini disebut dengan rumah adat Langkanae.

Bangunan rumah adat ini mempunyai ciri khas yakni terbuat dari bahan kayi dan juga terdiri dari 88 tiang. Walaupun rumah adat ini kurang dikenal dikarenakan pada masa pemerintahan Belanda bangunan rumah ini sempat di hancurkan sehingga sedikit sekali jejak sejarahnya yang membahas mengenai rumah adat ini dan tentunya kurang banyak dikenal dikalangan masyarakat.

Meskipun begitu, bangunan ini hingga saat ini masih dapat dijumpai walaupun bentuk dari bangunannya sudah tidak kokoh lagi.

Rumah adat ini memiliki 3 ruang yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda. Pada ruang pertama biasnaya digunakan untuk menampung tamu, ruangan ini biasa disebut dengan Tudung Sipulung, selain itu bagian dari ruangan ini memiliki ukuran yang cukup besar.

Biasanya orang-orang akan berkumpul diruangan ini untuk membahas sesuatu yang berhubungan dengan hajat orang banyak.

Sedangkan pada bagian ruangan kedua biasanya digunakan sebagai tempat untuk beristirahat, pada umumnya ruangan ini terdiri dari 2 ruangan (kamar) untuk raja.

Dan pada bagian ketiga terdiri dari dua kamar yang memiliki ukuran yang relatif lebih kecil dibandingkan ruangan sebelumnya.

Yang membedakan bangunan rumah ini dengan yang lannya ialah ukiran dan juga seni pahatan ornamennya.

Ornamen dari rumah adat ini memiliki sebutan yaitu Bunga Prengreng, yang melambangkan sebuah filosofi kehidupan yang menjalar sulur (hidup tidak terputus-putus).

Ornamen atau ukiran ini akan dapat kita jumpai pada induk tangga, papan jendela ataupun tutup dari bangunan.

Rumah Adat Suku Mandar

rumah adat sulawesi selatan beserta penjelasannya
sumber : www.romadecade.org

Rumah adat Suku Mandar ini mempunyai bentuk dan desain yang hampir sama dengan bangunan rumah adat Bugis dan juga Rumah Adat suku Makassar. yang membedakannya adalah teras dari rumah tersebut.

Rumah suku Mandar memiliki teras yang lebih luas dan jika dilihat dari bagian atapnya, maka atap dari rumah ini memiliki bentuk yang menyerupai sebuah ember yang miring ke bagian depan.

Rumah Adat Suku Toraja (Tongkonan)

rumah adat sulawesi selatan dan keunikannya
sumber : brainly.co.id

Rumah adat Suku Toraja yang memiliki sebutan yakni Tumah Tongkonan. Merupakan sebuah bangunan yang berdiri pada tumpukan kayu yang memiliki ukiran warna-warni.

Rumah adat ini merupakan sebuah lambang hubungan dengan para leluhur mereka, sehingga membuatnya rumah ini sebagai pusat spiritual penduduk Toraja.

Rumah Tongkonan ialah sebuah rumah panggung yang terbuat dari kayu. Rumah ini memiliki 3 bagian yakni Ulu Banua atau atap, Kalle Banua atau badan rumahny dan juga Suluk Banua atau kaki-kaki rumah.

Tata ruang dari rumah ini terdapat tiga jenis, yakni ruang utara sebagai tempat ruang tamu, ruang tengah yang digunakan sebagai ruang untuk keluarga dan ruang selatan atau ambung.

Rumah tongkonan sendiri dikenal dengan beberapa sebutan yakni :

  • Tongkonan Layuk, yakni berfungsi sebagai tempat kekuasaan tertinggi, karena merupakan sebagai tempat pusat pemerintahan
  • Tongkonan Pekanberan atau juga disebut dengan Pekaidoran, merupakan tongkonan yang dimiliki oleh anggota keluarga yang mempunyai kedudukan dalam sebuah adat.
  • Dan Tongkonan Batu, adalah tongkonan yang dipakai oleh semua warga biasa di Suku Toraja.

Seperti halnya dengan rumah adat lainnya, ornamen pada rumah adat Toraja menggambar sebuah konsep keagamaan yang disebut dengan passura atau penyampaian.

Setiap ukiran yang ada pada kayu pada bangunan rumah adat ini memiliki kandungan nila magis bagi setiap pemiliknya

Fungsi Rumah Adat Tongkonan

Selain sebagai identitas suatu budaya, rumah tongkonan ini juga memiliki beberapa fungsi, pada zaman dahulu rumah adat tongkonan ini merupakan rumah tempat tinggal para suku Toraja dan suku toraja menganggapnya sebagai lambang Ibu.

Dibagian halaman rumah tongkonan ini biasanya digunakan sebagai tempat untuk penyimpanan lumbung padi, biasanya masyarakat lokal menyebutnya dengan alang sura yang melambangkan seorang Ayah.

Jika dilihat dari fungsinya, maka rumah adat ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian atasm tengah dan bawah

Bagian-Bagian Rumah Adat Tongkonan

Berikut ini adalah 3 bagian dari rumah adat Tongkonan yang perlu kamu ketahui dan pahami:

1 Rattiang Banua Adalah Bagian Atas Rumah Adat Tongkonan

Pada bagian ini adalah sebuah ruangan yang terdapat di loteng, bagian ini biasanya dimanfaatkan dalam menyimpan suatu benda-benda pusaka yang sakral dan juga digunakan sebagai tempat penyimpanan benda-benda penting lainnya.

2 Kale Banua atau Bagian Tengah

Pada bagian atau ruangan ini, merupakan suatu ruangan yang dibagi lagi menjadi beberapa ruangan yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri

Bagian utara, memiliki sebutan ruangan Tengalok berfungsi sebagai tempat untuk menerima tamu dan digunakan sebagai tempat untuk menyimpan sesaji.

Apabila pemilik rumah mempunyai seorang anak, maka tempat tersebut akan berfungsi juga sebagai tempat untuk tempat tidur anak tersebut. Bagian tengah, juga bisa disebut dengan Sali, adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak fungsi.

Biasanya ruangan ini digunakan sebagai tempat pertemuan keluarga, sebagai ruang makan, dapur dan juga sebagai tempat untuk menyimpan mayat yang telah diawetkan.
Bagian selatan, biasa juga disebut dengan ruang Sambung merupakan ruangan khusus bagu kepala keluarga.

3 Suluk Banua atau Bagian Bawah

Pada bagian bawah rumah ini ialah sebuah bagian kolong rumah, biasanya dipakai sebagai tempat dalam menyimpan aneka macam peralatan pertanian atau juga biasanya digunakan sebagai kandang hewan ternak dan hewan peliharaan.

Ciri Khas dan Keunikan Rumah Adat Tongkonan

keunikan rumah adat sulawesi selatan
sumber : pesona.travel

Selain memiliki bentuk atap yang menyerupai tanduk kerbau atau kadang adapula yang menyebutnya seperti perahu. Rumah adat tongkonan ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan rumah adat lainnya, sehingga membuatnya memiliki daya tarik tersendiri dari rumah adat yang ada lainnya.

Berikut adalah ciri-ciri dari rumah adat tongkonan :

#1 Memiliki ukiran pada bagian dindingnya dengan 4 warna dasar yakni warna merah, putih, kuning dan juga hitam. Masing-masing dari warna tersebut mempunyai nilai filosofis tersendiri.

Warna merah melambangkan sebuah kehidupan, warna putih melambangkan suatu kesuciam, warna kuning melambangkan sebuah anugerah dan warna hitang sebagai lambang kematian.

#2 Di bagian depan rumah, terdapat susunan yang mirip tanduk kerbau, susunan ini digunakan sebagai hiasan dan juga sekaligus menandakan status sosial dari sang pemiliki rumah.

Apabila semakin banyak susunannya yang dipasang maka menandakan bahwa semakin tinggi kedudukan pemiliki rumah tersebut.

Tanduk kerbau dalam budaya suku Toraja melambangkan suatu kekayaan dan juga kemewahan.

#3 Pada bagian yang terpisah dari rumah ini terdapat suatu bangunan yang memiliki fungsi sebagai lumbung padi atau juga disebut dengan Alang Sura.

Meskipun digunakan sebagai tempat penyimpanan padi namuan memiliki bentuk bangunan berupa panggung. Selain itu tiang penyangga dari bangunan ini terbuat dari batang pohon palem yang memiliki tekstur yang licin sehingga jika ada hewa atau tikus ingin naik ke lumbung padi tersebut, maka akan kesusahan untuk sampai ke permukaan rumah ini.

Pada bangunan lumbung padi ini juga dilengkapi dengan ukiran bergambar ayam dan juga ukiran matahari, ukiran tersebut melambangkan sebuah kemakmuran dan jua sebuah keadilan

Penutupan

Nah itulah nama-nama rumah adat Sulawesi Selatan beserta pengertian dan juga fungsinya serta ciri khas dan juga keunikan yang dimiliki oleh rumah adat Tongkonan.

Semoga bisa bermanfaat, terima kasih telah berkunjung di blog saya ๐Ÿ™‚

Reza Ichsani

... Secangkir kopi tidak pernah mengajarkan kejahatan, dia hanya memberikan rasa pahit dan manis, serta sedikit efek samping ...

Leave a Reply

Tutup
%d bloggers like this: