Nama Rumah Adat Jambi (Sejarah, Struktur, Fungsi & Ciri Khas Lengkap)
sumber : adat-tradisional.blogspot.com

Nama Rumah Adat Jambi (Sejarah, Struktur, Fungsi & Ciri Khas Lengkap)

Rumah Adat Jambi – Jambi merupakan salah satu provinsi Indonesia yang berada di daerah Sumatera. Provinsi Jambi dibentuk pada abad ke 18 setelah munculnya kerajaan Melayu Jambi yang berada di pinggiran sungai Batanghari.

Apabila kita melihat dari sisi budayanya, masyarakat Jambi yang berasal dari suku Melayu mempunyai beberapa keunikan. Salah satu keunikannya adalah ikon budayanya yang berupa rumah adat yang diberi nama dengan rumah adat Kajang Lako.

Rumah Panggung Adat Jambi Jambi (Kajang Lako)

rumah adat jambi kajang lako
sumber : smkn1muarojambi.wordpress.com

Setelah sebelumnya kita sudah membahas aneka macam rumah adat, yang salah satunya adalah mengenai rumah adat Sulawesi Barat. Pada kesempatan kali ini, kita akan melanjutkan membahas mengenai rumah adat Jambi.

Rumah panggung Jambi merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Jambi. Rumah adat ini materialnya terbuat dari bahan kayu-kayuan. Selain dikenal dengan rumah adat panggung, rumah ini juga biasa dikenal dengan nama rumah Kajang Lako.

Sejarah Rumah Adat Kajang Lako

rumah adat jambi rumah panggung
sumber : thegorbalsla.com

Rumah adat Jambi atau yang biasa disebut dengan sebutan rumah kajang lako. Merupakan sebuah desain hunian yang baru ditetapkan menjadi salah satu rumah adat Jambi setelah melewati pencarian proses yang lama.

Sekitar tahun 70an, Pemerintah memiliki suatu rencana unutk membangun TMII dan mewajibkan setiap provinsi yang ada agar mengirimkan ikon budayanya masing-masing.

Pada waktu itu Gubernur Jambi melakukan suatu usaha untuk mencari satu diantara banyaknya desain rumah adat yang ada disana. Dengan tujuan agar dapat ditetapkan sebagai ikon provinsi Jambi.

Pencarian yang dilakukannya yakni dengan mengadakan suatu sayembara yang memiliki nama yakni “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah” yang pada akhirnya menemukan rumah adat Kajang Lako yang kemudian dijadikan sebagai rumah adat dengan desain paling tua di Jambi.

Struktur Bangunan Rumah Adat Kajang Lako

miniatur rumah adat jambi
sumber : beautiful-indonesia.umm.ac.id

Rumah adat kajang lako ini merupakan suatu bangunan yang memiliki struktur panggung yang dikonsip dari arsitektur Marga Batin. Bentuk rumah ini apabila kita lihat dari bagian atasnya maka akan memiliki bentuk persegei panjang dengan ukuran 12 x 9 meter.

Bangunan rumah ini berdiri dengan ditopang oleh 30 tiang yang memiliki ukuran cukup besar yang terdiri dari 24 tiang utama dan 6 lainnya sebagai tiang pelamban.

Karena berstruktur rumah panggung, maka rumah ini juga dilengkapi dengan beberapa tangga guna sebagai pintu masuk untuk menaiki rumah.

Terdapat 2 jenis tangga yang ada pada rumah adat Jambi ini. Satu bagian berada di sebelah kanan dan menjadi tangga utama dan bagian satunya lagi memiliki nama tangga penteh.

Pada bagian atap rumah adat ini disebut dengan “Gajah Mabuk”, hal ini sesuai dengan nama pembuat desainnnya. Pada bagian atap Gajah Mabuk akan terlihat seperti perahu dengan ujung atas yang melengkung. Lengkungan ini disebut dengan potong jerambah atau lipat kajang.

Sementara itu, pada bagian langit-langitnya terdapat suatu material yang disebut dengan tebar layar. Tebar layar ialah sejenis plafon yang menjadi pemisah antara ruangan loteng dengan ruangan yang ada dibagian bawahnya.

Ruangan loteng sendiri biasanya sering dipakai sebagai tempat ruangan penyimpanan, maka dari itu pada rumah adat ini terdapat sebuah tangga patetah yang memiliki fungsi yakni sebagai tangga untuk dapat menaiki ruangan loteng.

Pembagian Ruang Lengkap dengan Fungsinya

macam-macam rumah adat jambi
sumber : modelkursi.co

Pada rumah adat jambi terdapat beberapa jumlah ruangan yang masing-masing memiliki fungsinya tersendiri. Selain itu pada setiap ruangan juga memiliki makna khusus.

Secara umum, rumah adat jambi ini terdiri dari 8 jenis ruangan, berikut diantaranya :

  • Pelamban, bagian ini berada pada bagian sebelah kiri bangunan utama. Memiliki lantai yang terbuat dari bambu yang dibelah-belah. Pemasangannya dilakukan dengan diberi jarak pada setiap sisinya sehingga mempermudah air agar dapat mengalir kebagian bawah.
  • Ruang Gaho, merupakan bagian ruangan yang berada di ujung sebelah kiri bangunan ini mempunyai arah memanjang. Pada ruangan gaho terdapat sebuah dapur, ruang tempat menyimpan air dan ruang tempat menyimpan barang lainnya.
  • Ruang Masinding, ruangan ini adalah ruangan serambi depan yang biasanya dipakai untuk menerima tamu. Dalam musyawarah adat bagian ini biasa dipakai untuk tempat duduk orang biasa. Selain itu ruangan ini juga hanya diperuntukkan bagi tamu laki-laki saja.
  • Ruang Tengah, sesuai dengan namanya, bagian ruangan ini berada tepat di tengah-tengah bangunan. Antara ruangan masinding dengan ruangan tengah tidak di skat dengan dinding. Biasanya ketika melakukan pelaksanaan upacara adat, ruangan ini akan ditempati oleh perempuan.
  • Ruangan Balik Menahan, bagian ruang ini terletak pada bagian ujung sebelah kanan bangunan selain itu ruangan ini juga menghadap pada ruang tengah dan masinding. Lantai dari ruangan ini dibuat lebih tinggi dibandingkan dengan ruangan lainnya. Rumah ini juga tidak boleh ditempati oleh sembarang orang.
  • Ruang Atas, ruang ini juga bisa disebut dengan penteh, merupakan ruangan yang ada dibagian atas bangunan. Bagian ruangan ini seperti plafon yang menjadi pembatas antara atap dan bagian bawah. Bagian ruangan ini biasanya dipakai sebagai tempat untuk menyimpan barang.
  • Ruang Bawah, biasa disebut juga dengan bauman. Adalah suatu ruangan yang tidak berlantai dan juga tidak memiliki dinding. Ruangan bauman ini biasanya digunakan untuk menyimpan, memasak ketika ada sebuah pesta, dan juga sebagai tempat untuk kegiatan-kegiatan lainnya.

Ciri Khas & Filosofi Rumah Panggung Kajang Lako

rumah adat jambi dan keunikannya
sumber : adat-tradisional.blogspot.com

Apabila kita memperhatikan dengan seksama bentuk dari rumah adat jambi ini, maka kita akan dapat melihat beberapa keunikan dan ciri khas yang ada pada bangnan ini. Berikut ini adalah beberapa ciri khas dari rumah adat kajang lako :

  1. Memiliki struktur rumah panggung namun hanya mempunyai dua buah tangga.
  2. Memiliki bentuk atap yang mirip seperti bentuk perahu diakibatkan dengan adanya cabang yang melengkung yang saling bertemu.
  3. Mempunyai banyak ukiran pada bagian dindingnya yang bervariasi dan beragam motiv. Ukiran yang ada biasanya berbentuk motif ikan yang melambangkan bahwasanya masyarakat Melayu merupakan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Sementara itu motif flora (buah, bunga dan dedaunan) melambangkan pentingnya peran hutan bagi kehidupan masyarakat Melayu

Penutupan

Nah itulah pembahasan mengenai rumah adat yang ada di Provinsi Jambi, merupakan rumah adat yang biasa disebut dengan rumah adat panggung atau Kajang Lako. Semoga artikel ini dapat bermanfaat, baik untuk saya pribadi ataupun teman-teman yang mengunjungi blog saya ini.

Terima kasih apabila artikel mengenai rumah adat ini bermanfaat, jangan lupa untuk bantu sharing ya, biar semakin banyak orang yang mengenal aneka kebudayaan yang ada di Indonesia ini, salah satunya adalah mengenai rumah adat.

Nah setelah pembahasan tentang rumah adat, mungkin lain kali akan saya bahas mengai kebudayaan yang ada di Nusantara ini.

Jika sobat masih belum paham tentang apa yang saya tulis ini, bisa langsung tanya lewat kolom komen ya, dan mohon maaf apabila ada sesuatu yang salah atas penulisannya. Terima Kasih

Reza Ichsani

... Secangkir kopi tidak pernah mengajarkan kejahatan, dia hanya memberikan rasa pahit dan manis, serta sedikit efek samping ...

Leave a Reply

Tutup
%d bloggers like this: