Pengalaman Perjalanan Hidup Pribadi Dari Kecil Hingga Sekarang
aksarabaca.com

Pengalaman Perjalanan Hidup Pribadi Dari Kecil Hingga Sekarang

Perjalanan Hidup Pribadi – Setelah beberapa pengalaman yang sudah saya update, pada kesempatan kali ini saya akan sedikit bercerita mengenai pengalaman pribadi tentang diri sendiri.

Walaupun mungkin nanti ceritanya nggak sesuai dengan fakta yang ada hehe.

Sehubungan dengan tugas yang diberikan oleh Guru di Pesantren Sintesa untuk menuliskan pengalaman pribadi maka kali ini saya akan menulis pengalaman perjalanan hidup.

Bukan maksud saya ingin curhat dengan menulis pengalaman hidup pribadi, namun lebih kepada saya sudah nggak tau mau nulis pengalaman yang mana lagi hehe.

Baiklah, dinikmati sajalah tulisan ini semoga ada manfaat dan pelajaran yang bisa dipetik dari cerita pengalaman pribadi yang saya bagikan ini.

Pengalaman Pribadi Ketika Masih Masa Kecil

cdn.idntimes.com

Masa kecil saya adalah masa masa paling menrepotkan kedua orang tua saya. Terutama ketika saya masih bayi alias masih dapet beberapa bulan saja keluar dari perut Ibu saya.

Masa ini merupakan awal mula dari awal dimana saya selalu menyiksa Ibu saya. Bagaimana tidak menyiksa, setiap kali tangan Ibu saya beranjak dari mendekap diri saya pasti saya akan menangis. Ketika nenek saya berusaha mengganti untuk menggendong saya, maka saya akan menangis.

Entahlah, kenapa saya bisa menangis jika yang memegang atau yang menggendong saya kala itu bukanlah Ibu saya. Padahal bagaimana mungkin usia balita alias masih bayi sudah bisa paham tangan Ibu dan tangan orang lain.

Yaa mungkin inilah yang dinamakan dengan Ikatan batin seorang anak dengan Ibunya hehe.

Sampe-sampe Ibu saya siang malem jarang Istirahat dan jarang tidur, bahkan tidak bisa ngapa-ngapain. Jadi kesehariannya cuman gendongin anaknya yang cakep ini wkwk.

Pengalaman Pribadi Ketika Sudah Masa Ke Kanakan

wordpress.com

Nah setelah melewati masa balita alias bayi, sampailah pada masa kekanak-kanakan. Memangnya apa sih bedanya masa kecil dengan masa kekanak-kanakan?

Entahlah saya juga kurang paham, tapi anggaplah begitu prosesnya.

Masa kekanakan ini juga tidak kalah menyebalkannya dengan masa-masa dimana ketika saya remaja. Malah masa kekanakan ini tak hanya Ibu yang direpotkan melainkan juga Alm Ayah saya.

Masa ini merupakan masa dimana saya menjadi anak paling nakal dan juga anak yang memalukan. Senakal apakah saya?

Ketika Menusuk Telinga Ayah Saya dengan Obeng Hingga Berdarah

tripadvisor.com

Jadi suatu ketika saya ditawari baju oleh Ibu saya, katanya mau dibelikan baju, begitu kalau nggak salah. Namun saya menolak dan malas mau dibelikan baju.

Jadi kemudian Ibu saya menghiraukan, namun beberapa saat kemudian saya menangis ingin dibelikan baju setelah sebelumnya oleh Ibu saya ditawari namun saya menolak.

Saya waktu itu marah-marah ke Ayah saya, masih ingat saya ketika itu.

Saat saya menangis minta dibelikan baju taqwa, dan Ayah saya menyanggupinya tapi tentu saja tidak langsung pada saat itu juga. Karena juga butuh uang untuk membelinya.

Namun karena saya waktu itu masih menjalani masa-masa dimana kenakalan sedang berada dipuncaknya, saya marah-marah kepada Ayah saya.

Hingga saking nakalnya saya menusuk telinga Ayah saya hingga berdarah. Dan apa yang Ayah saya lakukan? Apa dia marah?

Tentu saja beliau tidak marah, karena bagi saya beliau adalah seorang Ayah yang penyayang terhadap buah hatinya. Justru ketika itu yang marah-marah malah Ibu saya. Ya iyalah orang Ayah saya kan Pujaan hati Ibu saya hehe.

Setelah beberapa hari kemudian akhirnya Kedua Orang Tua saya baru membelikan saya baju taqwa (koko).

Melempar Kiyai Musya’ir dengan Kulit Rambutan Saat Lebaran

http://cdn2.tstatic.net

Kalau yang ini saya kurang paham kejadiannya, karena pada waktu itu saya masih cukup kecil dan cerita ini disampaikan oleh Ibu saya saat beliau bercerita.

Jadi ceritanya begini, waktu itu keluarga saya sedang ngelencer di kediaman Kiayi Sya’ir di sekitaran kampung sana. Kiayi Sya’ir adalah tetua sekaligus Kiayi yang membackup daerah kampung saya ketika itu.

Suatu hari ketika keluarga saya (Ibu dan Ayah saya) sedang ngelencer disana, dan ngobrol-ngobrol layaknya tuan rumah dengan tamunya.

Tentunya disana juga disuguhi aneka macam makanan yang menggoda saya sebagai anak kecil yang suka ngemil. Waktu itu disana ada buah rambutan, setelah agak lama orang tua saya ngobrol saya ngajakin pulang.

Namun Ibu saya menolak, dan ketika itu saya marah-marah hingga melempar kulit rambutan yang saya pegang kepada Kiayi Sya’ir.

Sontak Ibu saya langsung memohon maa’f kepada beliau. Beliau malah tertawa dan bilang kepada Ibu saya.

“Sampean beruntung punya anak kecil nakal begini, soalnya suatu hari dia akan menjadi anak yang baik”

Kurang lebih seperti itu lah kata-katanya, yah dulu saya memang sangat nakal sekali, namun semoga apa yang dikatakan oleh Kiayi didalam cerita Ibu saya tersebut bener-bener nyata.

Saya ingin berubah menjadi lebih baik, bukan hanya itu namun juga ingin menjadi orang yang berilmu juga. Nggak hanya pandai hanya pada teknologi saja, namun lebih kepada Agama yang lebih perlu untuk dipahami.

Baru sadar kan sekarang….

Jatuh Kesungai dan Patah Tulang Saat Ikut Ibu ke Sawah

.googleusercontent.com

Jadi kedua Orang Tua saya kan seorang petani, waktu itu saat masih kecil saya ikut Ibu saya di sawah. Beliau ngunduh lembayung untuk dijual kembali. Biasanya oleh Ibu saya di titipkan ke melijo keliling untuk di pasarkan baik di pasar maupun keliling komplek untuk menawarkan dagangannya.

Biasanya kalau Ibu lagi disawah saya ditipkan ke Kakak-kakak saya. Entah mengapa waktu itu saya malah ikut kesawah. Saya agak lupa ceritanya, namun masih ingat detik-detik dimana saya jatuh kesungai hingga patah tulang.

Ketika itu saya maenan clurit di pinggir sungai, sambil nebang-nebang daun pisang. Dulu kan saya suka sekali maenan daun pisang. Hingga ketika Ibu saya lumayan jauh dari tempat saya dan saya sedang asyik.

Saya kemudian terpleset terjatuh kesungai dan menghantam padas yang ada didasar sungai, untung saja cluritnya nggak jatuh ke tubuh saya.

Dan beruntung pula sungainya waktu itu nggak banjir, sehingga saya nggak sampe hanyut, namun tentu saja karena air sungai sedang surut tersebutlah saya terjatuh hingga tangan saya patah.

Masih Banyak Lagi

Dan masih banyak lagi pengalaman ketika masa masa kanak-kanak saya. Tentu saja saya nggak bisa menceritakan semuanya, selain lupa juga nggak seru kalau kalian mengetahui semua tentang kehidupan saya kan…

Pengalaman Pribadi Ketika Masa Remaja Hingga Sekarang

savanapost.com

Nah berikut ini adalah beberapa pengalaman singkat masa-masa remaja saya dari awal remaja hingga sekarang.

Kira-kira saya ini sekarang sudah remaja apa belum ya, atau malah sudah memasuki masa tua wkwk?

Di usia-usia remaja ini malah sebenernya nggak terlalu banyak kisah, bisa dibilang nggak ada malahan. Soalnya masa-masa remaja kan masa-masa dimana mulai itu, mulai muncul rasa tertarik kepada lawan jenis.

Dan karena saya orang yang bertype cuek alias nggak ngerekenan jadi ya nggak ada kisah-kisahnya, walaupun ada kisahnya juga sudah saya ceritakan di kisah pengalaman sebelumnya saat masa-masa SMK.

Jadi mungkin ini saya jadikan sebagai penutup kisah saya sajalah, hehe semoga kisah saya semasa kecil bisa bermanfaat dan kali aja ada yang bisa menginspirasi.

Kalau ada sih, kalau nggak ada yang nggak apa-apa!..

Ya sudah mungkin itu saja dulu, terima kasih ๐Ÿ™‚

Reza Ichsani

... Secangkir kopi tidak pernah mengajarkan kejahatan, dia hanya memberikan rasa pahit dan manis, serta sedikit efek samping ...

Leave a Reply

Tutup
%d bloggers like this: