Pengalaman Selama Menjadi Santri di Mandiri Entrepreneur Center

Pengalaman Selama Menjadi Santri di Mandiri Entrepreneur Center

Mandiri Entrepreneur Center – Merupakan sebuah kampus sederhana yang berada di bawah naungan Yayasan Yatim Mandiri.

Mandiri Entrepreneur Center biasa di kenal dengan nama Kampus MEC. MEC merupakan sebuah pendidikan yang bisa dibilang pendidikan formal dan juga non formal.

Karena disini selain ada pendidikan formalnya ada juga pembelajaran non formal, jadi bisa di sebut gimana enaknya ajalah.

Pendidikan formal di sini dimulai dari hari senin hingga jum’at, dari pukul 07.00 pagi hingga menjelang ashar tiba. Sedangkan pendidikan non formalnya dimulai dari maghrib hingga pukul 22.00.

Sesuai dengan namanya, Mandiri Entrepreneur Center adalah sebuah pendidikan yang fokus kepada melatih siswanya dibidang usaha. Tujuannya adalah menanamkan mental pengusaha sejak dini.

Sehingga jika suatu hari sudah lulus dari Kampus Kemandirian tersebut, diharap bisa membangun sebuah usaha sendiri.

Selain menanamkan mental untuk menjadi pengusaha muda, tentunya tidak kalah pentingnya untuk menanamkan kejujuran, iman dan taqwa.

Hal ini sangat perlu untuk ditanamkan juga. Karena akan percuma jika suatu hari benar-benar menjadi pengusaha, namun lupa terhadap perannya menjadi seorang muslim sejati. Itulah yang menjadi peran dari pendidikan formal di Kampus MEC ini.

Pendidikan formal yang memiliki tujuan menjadikan siswanya sebagai pengusaha yang bernyali dan kreativ, dengan dibekali aneka macam skill sebagai kunci untuk melangkah menjadi seorang pengusaha sukses.

Maka peran pendidikan non formal disini memiliki peran untuk meluruskan niat menjadi seorang pengusaha muslim yang bermanfaat untuk Agama, bukan hanya untuk kepentingan diri pribadi.

Nah saya sendiri sebagai alumni Kampus Kemandirian, akan berbagi sedikit kisah yang masih saya ingat hehe. Berikut adalah pengalaman selama nyantri di Kampus Kemandirian Yatim Mandiri Surabaya.

Awal Mula Mengenal Kampus Kemandirian (Mandiri Entrepreneur Center)

Kampus kemandirian ini terletak di Kota Surabaya, tepatnya di Jl Raya Jambangan No 70 Surabaya.

Awal mula saya mengenal apa itu Kampus Kemandirian adalah ketika pengalaman saya mengikuti Outbound Super Leader Camp bareng Sina-Sinu di Yatim Mandiri ini.

Dari situlah saya mengenal Kampus Kemandirian dan kemudian tertarik untuk ngampus disini.

Selain mengetahui secara singkat apa itu Kampus MEC saat mengikuti Super Leader Camp. Sesampainya di rumah saya juga di beri info lebih mendalam tentang apa itu Kampus MEC oleh Faiz keponakan saya.

Jurusan Yang Ada di Kampus Kemandirian

Ada beberapa jurusan yang ada di Kampus Kemandirian ini. Dan beberapa jurusan diantaranya ada yang terbagi di beberapa kota di luar Jawa Timur.

Nah berikut ini adalah daftar jurusan yang ada di MEC, yang masih saya ingat.

  • TKJ (Teknisi Komputer dan Jaringan)
  • DG (Desain Grafis)
  • Kuliner
  • Teknik Mesin
  • AK (Akuntansi)
  • Agro Bisnis
  • Pertanian
  • dll

Nah bagi sobat yang mungkin tertarik ingin belajar di Kampus Kemandirian ini, bisa langsung melihat info lengkapnya pada webnya dialamat kampuskemandirian.org.

Syarat dan ketentuannya berlaku loh ya, dan pendidikan di sini hanya diperuntukkan untuk anak-anak yatim.

Pendidikan Yang di Ajarkan di Kampus Kemandirian

Seperti yang sudah saya tuliskan diatas, bahwasanya ada beberapa pendidikan di Kampus Kemandirian ini. Yaitu pendidikan formal dan pendidikan non formal.

Pendidikan Formal

Pendidikan formal disini adalah pendidikan yang mengajarkan tentang mengasah skil untuk bekal kedepannya. Baik itu untuk bekal saat bekerja maupun untuk memulai sebuah usaha dibidang yang ingin ditekuni.

Bekal pendidikan formal yang diberikan ada beberapa jenis, seperti yang sudah saya jelaskan pada poin diatas. (Baca Jurusan Yang Ada di Kampus Kemandirian).

Pendidikan Non Formal

Sedangkan pendidikan non formal adalah meliputi melatih skill mengenai pemahaman dasar tentang Agama. Beberapa pendidikan non formal yang diajarkan di Kampus Kemandirian adalah:

  • Hafalan Juz 30.
  • Belajar Al-Qur’an (Teknik membaca Qur’an yang baik dan benar bersama Yayasan Nurul Falah).
  • Pembelajaran Diniyah.
  • Dan beberapa pendidikan pendukung lainnya.

Kegiatan Kegiatan Yang Ada di Kampus Kemandirian

Selain pendidikan formal dan pendidikan non formal yang ada di Kampus MEC. Adapula beberapa kegiatan kegiatan lainnya yang juga wajib diikuti oleh setiap santri yang ada di Kampus MEC.

Salah satunya adalah sebagai berikut :

  • Sholat Malam Berjama’ah (Kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap santri)
  • Puasa Senin Kamis (Kegiatan ini sebenernya saat angkatan saya nggak wajib di ikuti)
  • Makan Bareng
  • Entrepreneur Setiap Hari Sabtu dan Minggu (Ini adalah kegiatan rutin untuk setiap santri/siswa yang belajar di Kampus MEC)
  • Akhirussanah

Kegiatan Yang Saya Ikuti Saat di Kampus Kemandirian

Di Kampus Kemandirian sendiri ada beberapa program wajib dan program lainnya yang nggak wajib di ikuti. Berikut ini adalah beberapa program tambahan saja yang saya ikuti.

Program ini juga salah satu program yang memberikan saya kesempatan untuk ikut menunjukkan bakat terpendam didalam diri saya hehe.

Lomba Fotografi (Juara Harapan 1 se Kota Surabaya)

saya yang ber peci

Lomba fotografi ini sebenernya bukanlah program yang di adakan oleh Kampus MEC, melainkan program yang diadakan beberapa tahun sekali oleh Balai Pemuda Kota Surabaya.

Jadi nggak setiap tahun ada program lomba fotografi. Kebetulan waktu itu saat saya sedang belajar di Kampus MEC ada sebuah lomba fotografi yang diadakan oleh Balai Pemuda Kota Surabaya.

Karena saya suka dengan fotografi walau hasilnya jelek, berkat dukungan teman-teman saya dan support dari mereka akhirnya saya mantap untuk ikut lomba tersebut.

Walau sebenernya syarat-syarat mengikuti lomba tersebut adalah harus asli warga Surabaya. Jadi awalnya susah sekali untuk mendaftar, namun berkat usaha keras Direktur MEC (Pak Muklis) yang berusaha untuk mendaftarkan saya dan teman-teman lainnya.

Alhamdulillah akhirnya saya bisa mengikuti lomba fotografi tersebut dan mendapat kesempatan untuk menang, walaupun hanya sebagai harapan. Ya setidaknya saya waktu itu berharap menjadi salah satu pemanang.

Lomba Design Web Kampus (Juara 1 Se Kampus MEC)

juara 1

Lomba desain web ini sebenernya adalah ajang setiap tahun yang diadakan oleh Kampus MEC. Setiap jurusan akan diberi kesempatan untuk mengikuti lomba yang ada di kelas masing-masing.

Kebetulan waktu itu di jurusan TKJ ada lomba desain website. Karena memang pelajaran di kelas TKJ nggak hanya belajar jaringan dan server, melainkan juga belajar mengenai coding script. 

Karena saya dominan lebih memahami dunia coding jadi saya mengikuti lomba desain website kampus.

Lomba ini diikuti oleh semua anak kelas TKJ, dan Alhamdulillah saya diberi kesempatan memenangkan lomba desain web kampus ini dengan nominasi juara 1.

Lomba Banjari

banjarimultimedia.blogspot.com (Ilustrasi)

Selain dua lomba diatas, saya dan teman-teman juga pernah mengikuti kegiatan lomba banjari di sebuah pesantren yang ada di Surabaya.

Waktu itu kami siang malem latihan banjari, karena diantara peserta kelompok kami adalah anak pesantren jadi cukup mudah dalam latihan.

Namun bagi saya yang nggak kenal sama sekali dengan Banjari mengalami sedikit kendala, apalagi saya bukan anak santri.

Terlebih waktu itu saya dijadikan sebagai vokal kedua setelah vokal pertama adalah Cak Min yang memang sudah pandai dalam pengolahan suaranya yang merdu. Sedangkan saya, lah bisa apa coba?…

Lomba Mengaji Tilawati

Karena memang di Kampus Kemandirian ini pendidikan non formalnya adalah mengaji, jadi adapula lomba mengaji yang diadakan di Kampus Kemandirian.

Dan saya meruapakan salah satu peserta dari Lomba tersebut, hehe cuman peserta sih kalau menang nggak. Karena kalau nggak salah pemenangnya waktu itu adalah Cak Min.

Cak Min sendiri merupakan vokal 1 dari grup banjari yang saya ikuti dan saya merupakan vokal 2. Ya pasti jauhlah kemampuannya wkwk.

Pelatihan Public Speaking

Karena waktu itu saya merupakan salah satu siswa paling pemalu dan paling pendiam. Akhirnya Pak Yanto yang berperan sebagai SDM di Kampus MEC memberikan tawaran ke pada saya untuk mengikuti program belajar public speaking.

Program ini sebenernya bukan hanya saya yang mengikuti, namun terdapat beberapa siswa (santri putri dan putra).

Kalau nggak salah laki-lakinya ada tiga waktu itu, salah satunya adalah saya. Sedangkan untuk perempuannya lumayan banyak yang mengikuti, ada belasan santri putri yang mengikuti program ini.

Progam ini sendiri jauh dari lokasi Kampus MEC, tepatnya program ini ada disekitar Makam Sunan Ampel di Surabaya. Jaraknya sangat dekat dengan lokasi Makam, jadi selama disana kami juga bisa mampir ke lokasi Makam Sunan Ampel.

Outbound Bareng Sina-Sinu

Selain itu di Kampus Kemandirian, setiap setengah tahun sekali ada program yang namanya program Outbound. Program ini mirip dengan program yang saya ikuti sebelumnya yaitu Super Leader Camp.

Seluruh santri Mandiri Entrepreneur Center diwajibakan untuk mengikuti kegiatan ini. Jadi kegiatan ini sifatnya umum nggak hanya saya yang ikut. Melainkan semua santri harus ikut program ini.

Menjadi Fotografer Setiap Ada Kegiatan di Kampus

Nah gara-gara saya memenangkan lomba fotografi se Kota Surabaya, walau hanya harapan. Eh setiap ada kegiatan di Kampus selalu saya yang di suruh menjadi fotografer untuk mendokumentasi setiap kegiatan.

Padahal saya merasa ketika saya memenangkan lomba fotografi Se Surabaya itu adalah karena sebuah kebetulan. Dan karena saya selalu berdoa dan berharap menjadi pemenang.

Jadi saya anggap menang fotografi tersebut adalah karena kebetulan saja.

Wisuda Mahasiswa Kampus Kemandirian

Setelah setahun kami belajar di Kampus Kemandirian. Tibalah saatnya kami untuk mulai mandiri.

Jadi setelah belajar selama setahun kami diwajibkan bekerja sesuai dengan skill yang dimiliki masing-masing dari setiap santri/siswa.

Kemudian setelah beberapa bulan santri/siswa menjalani proses bekerja. Kemudian tibalah saatnya pelepasan sebagai status mahasiswa Kampus Kemandirian.

Penutupan

Nah itulah beberapa cerita mengenai Kampus Kemandirian yang bisa saya bagikan.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Reza Ichsani

... Secangkir kopi tidak pernah mengajarkan kejahatan, dia hanya memberikan rasa pahit dan manis, serta sedikit efek samping ...

Leave a Reply

Tutup
%d bloggers like this: