Pengalaman Ketika Mendaki Puncak Gunung Lawu Via Cemoro Sewu

Pengalaman Ketika Mendaki Puncak Gunung Lawu Via Cemoro Sewu

Ketika Mendaki Puncak Gunung Lawu – Pada hari minggu malam senin saat itu saya sedang berada di Kota Malang.

Disebuah tempat dimana saya bekerja, kebetulan pada waktu yang sama saya berniat pamit untuk resign dari tempat kerja. Namun sebelumnya saya sudah janjian dengan teman saya untuk mendaki Gunung Lawu.

Sebelum resign dari tempat kerja saya dengan teman-teman di tempat kerja saya di Malang waktu itu, terlebih dahulu main ke Gunung Bromo pada malam minggunya.

Sehingga saat saat di Bromo minggu pagi, sore langsung balik ke kantor dan langsung menuju Kota Magetan menuju lawu.

Ketemuan di Terminal Bungurasih Surabaya (Terminal Purabaya)

Pendakian Puncak Gunung Lawu
beritametro.news

Saya mendaki gunung lawu di hari senin pagi, dan saya mendaki ke Lawu berdua bersama teman saya Mas Andy dari ngawi yang kebetulan sedang bekerja di Surabaya.

Sebelumnya sudah janjian dengan Mas Andy, jadi sebelum berangkat ke Magetan saya dengan Mas Andy menuju Ngawi terlebih dahulu, untuk mampir ke rumahnya Mas Andy untuk menyiapkan berbagai peralatan untuk pendakian.

Setelah siang saya datang dari jalan-jalan ke Gunung Bromo. Setelah kemudian pulang kemudian saya langsung mempersiapkan segala kebutuhan untuk mendaki.

Beberapa hari sebelumnya, temen saya Mas Andy nitip sesuatu sebelum saya berangkat ke Terminal Surabaya, dia mesen susu sapi asli. Jadi setelah semua perlengkapan saya sudah siap, saya langsung pergi ke desa Busu di Malang untuk membeli susu sapi yang dipesan Mas Andy.

Dengan menaiki motor trail saya tancap gas sepenuhnya menuju kampung Busu.

Lumayan lama sih saya nyampe kesana walau saya pakai motor trail dengan kecepatan maksimal. Bukan karena jalanannya tidak nyaman, namun karena waktu itu sedang maraknya peringatan Hut RI ke 73.

Sehingga setiap jalanan maupun jalur yang saya lewati penuh dengan semarak meriah HUT RI Ke 73.

Saya berangkat ke Kampung Busu kurang lebih sebelum ashar tiba, dan sampai di Kampung Busu pas Ashar tiba. Kemudian saya langsung menuju rumahnya Mas Ikhrom dan meminta bantuan ke Mas Ikhrom untuk membelikan susu pesanan Mas Andy.

Setelah Mas Ikhrom memesankan susu pesanan teman saya. Kemudian saya dengan Mas Ikrom menuju rumahnya Pakde Abiet (Pak Kus). Kami biasa memanggilnya dengan sebutan Pakde.

Pakde sendiri merupakan salah satu pengelola perusahaan dimana saya bekerja saat di Kota Malang. Dan merupakan salah satu pengelola yang nggak jaim kalau dibandingin lainnya hehe.

Setelah beberapa lama ngobrol di rumahnya Pakde, akhirnya saya pamitan pulang dan bergegas menuju Surabaya.

Perjalanan Menuju Terminal Purabaya Surabaya

Setelah sampai di kantor tempat saya bekerja, saya langsung bersiap-siap menuju Surabaya, karena teman saya Mas Andy ketika itu sudah menunggu lama sekali.

Saya bilang kalau saya sudah dalam perjalanan ke Surabaya, padahal sebenernya masih belum berangkat hehe.

Setelah pukul 16.30 barulah saya berangkat menuju terminal Arjosari Malang untuk menuju Surabaya dengan memakai jasa GRAB. Setelah sampai di Arjosari saya langsung mencari bus jurusan Malang-Surabaya. Kira kira perjalanan dari Malang Ke Surabaya 2 jam-an.

Pendakian Gunung Lawu
makassar.terkini.id

Setelah sampai disana ternyata Mas Andy sudah menunggu disana lengkap dengan perlengkapan mendakinya. Sesampainya disana saya dengan Mas Andy nggak langsung berangkat ke Ngawi, namun saya ditraktir makan bakso dulu hehe.

Setelah beberapa menit makan bakso, kemudian kami langsung mencari bus dan langsung ke Ngawi kerumahnya Mas Andy untuk menginap disana.

Selama perjalanan di bus, saya hanya tidur aja. Hingga beberapa menit kemudian sampailah di rumahnya Mas Andy dan saya lanjut tidur.

Persiapan Berangkat Mendaki di Gunung Lawu

persiapan mendaki gunung lawu
azzamaviero.com

Setelah semalaman tertidur baik di bus maupun di rumahnya Mas Andy, ke esokan harinya ketika terbangun dari tidur saya langsung di suguhi dengan banyak sekali makanan untuk sarapan pagi.

Katanya suruh makan yang banyak biar kuat menghadapi kenyataan hidup, eh maksudnya biar kuat nanti kalau sudah mendaki di gunung sana hehe.

Ngomong-ngomong keluarganya Mas Andy ini baik banget sudah rela memberi saya tempat tidur semalaman dan pagi harinya masih di suguhi makanan sehat lima sempurna lagi.

Berangkat Menaiki Motor Supra Menuju Gunung Lawu

Setelah sarapan empat sehat lima sempurna saya dan Mas Andy kemudian pamitan ke Orang Tuanya Mas Andy untuk minta do’a supaya selamat sampai puncak dan selamat hingga sampai di rumah kembali.

Setelah itu saya dan Mas Andy langsung berangkat menuju Gunung Lawu, walau cuman berdua hihi.

Sampai di Lereng Gunung Lawu

Setelah melewati beberapa jam perjalanan menuju Gunung, akhirnya sampai juga di Lereng Gunung Lawu, tepatnya di depan Pos Pendakian Gunung Lawu Via Cemoro Sewu.

Sesampainya disana terlebih dahulu saya dan Mas Andy mencari perlengkapan tambahan, misalnya :

  • Madu
  • Sarung tangan
  • Kopi
  • Roti untuk bekal
  • Mie sedap instan
  • Bumbu-bumbu untuk memasak selama di gunung
  • Dan aneka kebutuhan lainnya untuk persediaan logistik di puncak

Setelah semua kebutuhan logistik terpenuhi kami langsung ke Pos Pendakian untuk mendaftar dan menyerahkan KTP ketua regu. Dan kebetulan satu regu di team saya waktu itu cuman saya dan Mas Andy. Jadi otomatis ketua sukunya ya Mas Andy.

Berangkat Menuju Puncak & Ujian Yang Saya Lalui

Setelah semua logistik, izin pendakian dan lainnya sudah terpenuhi, kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju puncak.

Hal bodoh yang saya lakukan saat pendakian di Gunung Lawu pada saat itu ialah saya nggak membawa Sleeping Bag. Yang akhirnya mengakibatkan hal yang fatal ketika sampai puncak.

Perjalanan kami tempuh dari sehabis sholat dhuhur, hingga sampai ke puncak besok paginya. Hehe lama bukan? yaps waktu tersebut adalah waktu yang lama.

Lamanya waktu yang kami tempuh sebenernya bukan karena kami nggak bisa mendaki atau jarang mendaki, namun dikarenakan saya adalah pendaki pemula, jadi Mas Andy suka berhenti.

Padahal yang pemula saya, tapi Mas Andy yang suka berhenti. Dia sebenernya berhenti bukan karena dia lelah atau males, tapi karena mungkin kasihan kepada saya sebagai pendaki pemula.

Selain kami sering istirahat, dalam beberapa langkah Mas Andy suka sekali bercerita, padahal saya pengin sekali cepet nyampe dipuncak gunung.

Karena Mas Andy selama di perjalanan suka sekali bercerita dan suka sekali berhenti sepertinya ada yang dia mau dari saya. Karena sebelumnya dia berpesan kepada saya, “Kalau kamu pengin ngecek temen kamu itu bener-bener temen yang setia, maka ajaklah dia mendaki, karena saat mendaki semua sifat buruk yang dia miliki maka akan ketahuan semua”. 

Saya langsung ingat kata-kata itu, jadi saya yakin apapun yang dilakukan oleh Mas Andy selama perjalanan ini, pasti dia cuman ingin mengetes dan ingin mengetahui apa saja sifat buruk yang ada di dalam diri saya.

Di Tes Oleh Mas Andy

Yaps, seperti yang saya tulis di atas, perjalanan pendakian ke Puncak Gunung Lawu ini bukan semata-mata untuk menyaksikan ke eksotisan alam di atas puncak Lawu. Namun lebih dari itu.

Pendakian ini adalah pendakian yang juga mengandung beberapa makna, salah satunya adalah untuk mengetahui sifat alias watak teman sesama pendaki gunung.

Karena siapapun yang mendaki gunung, yang awalnya dia baik saat di dataran rendah, bisa saja dia berubah 180 derajat dari sifat sebelumnya ketika berada dalam perjalanan menuju puncak gunung.

Saya misalnya, selama saya bekerja dengan Mas Andy di Surabaya saya adalah salah satu teman yang suka sekali berteman dengan Mas Andy, jika dibandingkan dengan teman-teman lainnya.

Karena Mas Andy sudah seperti kakak laki-laki saya sendiri. Namun hal itu berubah 180 derajat ketika saya sudah dalam perjalanan ke Puncak Gunung bersamanya.

Saya merasa sangat sebal dengan dia, hehe. Soalnya waktu itu tujuan saya adalah puncak gunung bukan berlama-lama berjalan. Selain saya ingin sampai ke Puncak Gunung, salah satu alasannya adalah saya sudah agak kedinginan, lapar, lelah dan ngantuk.

Jadi terlintas rasa sebal ke pada Mas Andy, mungkin waktu itu dia sudah menyadari kalau ada ciri-ciri saya sudah berubah sifatnya. Namun dia enjoy saja menjalaninya, dan saya sendiri berusaha sekeras dan sekuat tenaga dalam mengelola emosi saya wkwk.

Sampai di Puncak Gunung Lawu

pendakian puncak gunung lawu
ichsani.com

Setelah beberapa jam menapaki langkah demi langkah ribuan tangga alami yang terbangun oleh alam, akhirnya sampailah perjalanan kami menuju Puncak Gunung Lawu.

Waktu dipagi hari saya dengan Mas Andy dan para pendaki lainnya yang kebetulan sedang berada di puncak, dan menikmati keindahan Puncak Gunung Lawu.

Dari sini saya mulai belajar memahami apa arti pendakian sesungguhnya, bukan hanya sekedar menyapa mentari pagi yang indah, bukan hanya sekedar mencapai puncak gunung, dan kesenangan lainnya.

Namun bagaimana kita bisa mengambil berbagai pelajaran berharga disetiap langkah untuk menuju puncak. Bagaimana kita menghargai sebuah perjalanan, dan bagaimana kita lebih mementingkan teman disamping kita dari pada kepentingan pribadi untuk menikmati keindahan puncak.

Nah mungkin sekian dulu dari saya, semoga cerita ini bisa bermanfaat dan terima kasih ๐Ÿ™‚

 

 

Reza Ichsani

... Secangkir kopi tidak pernah mengajarkan kejahatan, dia hanya memberikan rasa pahit dan manis, serta sedikit efek samping ...

Leave a Reply

Tutup
%d bloggers like this: