50+ Jenis Kain Yang Banyak Digunakan Oleh Industri Garmen & Konveksi

50+ Jenis Kain Yang Banyak Digunakan Oleh Industri Garmen & Konveksi

Berbicara mengenai jenis jenis kain, tentu tidak lepas dari pakaian yang digunakan manusia. Kain merupakan bahan yang sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan yang bergerak di industri garmen dan konveksi.

Terlebih saat ini di negara kita sudah semakin banyak trend baru tentang pakaian dan busana. salah satunya adalah kain untuk bahan pembuatan baju gamis, dress, gaun pesta, kerudung atau jilbab dan juga beraneka macam-macam kaos.

Nah karena itu disini saya akan mencoba berbagi mengenai macam macam kain yang saya dapatkan dari berbagai sumber. Berikut adalah macam-macamnya:

Kain sifon merupakan kain yang dibuat dari bahan sintesis, yakni dengan perpaduan bahan dari sutra, katun, nilon, polyester dan juga rayon.

Kain ini memiliki ketebalan yang tipis, bahannya juga ringan dan transparan. Kain sifon merupakan salah satu jenis kain yang tidak mampu menyerap keringat.

Biasanya kain siffon biasa digunakan sebagai bahan pembuatan gaun malam dan untuk pakaian formal.

  • Kain Twiscone

Kain jenis ini memiliki kemiripan yang tinggi dengan kain sifon, bedanya yakni terletak pada ketebalan dan beratnya saja, sehingga membuat kain ini tidak tembus pandang. Selain itu kain twiscone juga memiliki kesan lebih jatuh pada badan yang memakai kain ini.

  • Kain Katun

Kain katun adalah jenis kain yang dibuat dari 100% bahan serat kapas alami. Kain combed mempunyai tekstur yang halus, rasanya juga adem dan mampu menyerap keringat dibadan dengan baik.

  • Kain Baloteli

Bahan kain ini memiliki serat yang sangat rapat, sehingga saat Anda memakainya tidak akan menerawang atau tembus pandang. Kain baloteli memiliki tekstur yang agak kasar, namun lemas dan bahannya jatuh.

Kain baloteli memiliki bahan yang tebal namun ringan saat Anda mengenakannya. Kain jenis ini sangat baik untuk bahan gamis dan abaya. Selain itu pilihan warnanya juga banyak sekali.

  • Kain Linen

Kain linen merupakan kain yang terbuat dari serat alami tumbuhan rami. Ciri-ciri dari bahan ini sedikit kaku namun memiliki tekstur yang halus.

Kain linen ini memiliki sifat yang elastis, jadi jika Anda merentangkan kain ini, maka kainnya tidak akan melar. Biasanya kain jenis ini banyak dimanfaatkan dalam pembuatan bahan untuk sprei dan juga berbagai jenis serbet.

  • Kain Fleece

Fleece merupakan jenis kain yang serupa dengan wol dan berbulu pada bagian permukaannya. Kain ini merupakan kain yang mudah menguapkan keringan Anda dengan melalui pori-pori yang terdapat pada kain dengan cepat.

Kain ini sangat ringan digunakan meskipun Anda sedang berkeringat, hal ini dikarenakan pada kain jenis ini terdapat sirkulasi udara yang bekerja sangat baik sehingga kain yang seperti ini akan sangat nyaman dikenakan.

Kain ini pada umumnya banyak digunakan sebagai bahan pakaian yang diletakkan pada bagian dalam pakaian. Hal tersebut memiliki tujuan supaya pakaian yang Anda kenakan terasa lebih hangat saat dikanakan. Kain fleece ini banyak digunakan dalam bahan pembuatan jaket, sweater dan juga celana training.

  • Kain Spandex

Bahan spandex merupakan kain yang memiliki elastisitas yang sangat baik. Bisa dikatakan kalau tingkat elastisitasnya hampir sama dengan karet.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Adalah karena kain spandex memiliki bahan yang 100% bahan sintesis yang memang dibuat dengan tujuan untuk mengganti bahan karet pada kain.

Biasanya dalam penggunaannya bahan ini biasa digabungkan dengan kain cotton atau polyster. Kain spandex juga memiliki sifat yang lentur, sehingga jika Anda menggunakan baju atau pakaian lainnya yang terbuat dari bahan spandex, maka pakaian Anda akan mengikuti pola bentuk tubuh Anda.

Selain itu kain jenis ini juga sangat nyaman ketika dikenakan. Sama halnya dengan kain fleece, Kain jenis ini juga memiliki pori-pori yang mampu menyerap keringat pada tubuh Anda.

  • Kain Polyester

Polyester merupakan jenis kain yang terbuat dari bahan serat sintetis buatan. Polyester hampir mirip dengan cotton akan tetapi polyester memiliki kualitas dibawah cotton. Kain jenis ini juga tidak mempu menyerap keringat dengan baik.

Apabila Anda mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan polyester, maka Anda akan merasa sangat panas dan gerah, dan sebaliknya jika Anda mengenakan kain yang tebuat dari bahan ini di tempat yang memiliki suhu dingin, maka akan terasa dingin juga.

Walaupun tidak sedingin kain cotton, namun kain ini juga memiliki rasa yang lebih keras dan kaku. Kelebihan dari kain ini adalah harganya yang lebih terjangkau dari jenis bahan cotton.

  • Kain Tetron Cotton

TC atau Tetron Cotton adalah kain campuran dari serat cotton dan polyester. Dalam hal penyerapan keringat tentunya kain jenis ini tidak memiliki kemampuan menyerap keringat seperti cotton, sehingga kain ini juga memiliki hawa yang panas ketika dikenakan. Salah satu kelebihan yang ada pada jenis kain ini adalah tidak mudah kusut dan tidak mudah melar.

  • Kain Hyget

jenis kain hyget
bukalapak.com

Sama halnya dengan kain TC, kain ini juga terbuat dari bahan polyester dan cotton, hanya saja bahannya lebih tipis dibandingkan kain TC, maka dari itu harganya pun jauh lebih murah.

Walaupun begitu, kain jenis ini adalah jenis kain yang memiliki warna yang mengkilap dan tidak mudah kusut walaupun sedikit terasa panas.

  • Kain Rajut

jenis jenis kain rajut
situsbelanjaonline.com

Kain rajut adalah jenis kain yang dibuat dari benang yang dirajut hingga membentuk sebuah kain. Kain ini memiliki struktur rajutan benang yang saling terkait antara benang satu dengan yang lainnya.

Kain jenis ini sangat cocok untuk mengatasi cuaca yang dingin. Sehingga kain jenis ini juga kurang baik apabila digunakan pada cuaca yang panas.

  • Kain Cardet

jenis jenis kain carded
indah-jaya.web.id

Serat benang dari kain jenis ini kurang halus, kain ini merupakan kain tiruan dari kain combed. Yakni hasil dari rajutannya kurang halus pada beberapa bagiannya.

Kelebihan dari kain ini adalah harganya yang lebih murah jika dibandingkan dengan cotton combed.

  • Kain Sutra

Kain sutra adalah jenis kain yang dihasilkan dari kepompong ulat sutra. Kain sutra memiliki tekstur yang halus dan begitu lembut. Kain ini juga mampu menyerap keringat dengan baik, sehingga selain kualitasnya yang bagus, kain ini juga pasti nyaman digunakan.

Kain sutra termasuk kain yang sangat mahal apabila kita membandingkannya dengan jenis kain yang lainnya.

  • Kain Rayon

Kain rayon merupakan kain yang memiliki tekstur yang agak licin, warnanya mengkilap serta bahannya jatuh saat dikenakan. Jenis bahannya terasa adem dan mampu menyerap keringat ditubuh dengan sangat baik.

Kain jenis ini sangat nyaman digunakan pada kondisi cuaca apapun, kain jenis ini adalah kain sintesis yang pertama yang dibuat oleh manusia.

  • Kain Baby Terry

Kain jenis ini adalah kain yang terbuat dari bahan katun atau serat kapas. Awalmulanya jenis kain ini biasa digunakan sebagai bahan pembuatan kapas, karena memiliki tekstur yang lembut.

Bahan dari kain jenis ini sangat baik untuk digunakan sebagai pakaian untuk bayi karena cocok dengan kulit bayi yang lembut, dan juga karena hal tersebutlah kain ini disebut dengan babby terry.

Selain baik untuk kulit bayi, kain ini juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan sweater. Belakangan ini juga banyak yang memanfaatkan kain sebagai bahan untuk pembuatan blezer pada wanita.

  • Kain Lycra

Kain lycra merupakan jenis kain yang memiliki tingkat elastisitas yang tinggi, kain ini juga termasuk dalam kelompok kain spandex.

Pada umumnya jenis kain ini dibagi menjadi tiga yakni lycra nilon, katun dan wol. Keunggulan dari kain ini adalah mampu menahan sinar ultra violet, sehingga kain jenis ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan maxi dress bagi wanita.

  • Kain Drill

Kain drill merupakan kain yang terbuat dari bahan campuran antara cotton dan polyester, semakin tinggi paduan cottonnya maka harganya pun juga akan semakin tinggi. Kain drill sendiri ada beberapa jenis yakni American Drill, Twist Drill dan lainnya.

  • Kain Paragon

Kain paragon merupakan jenis kain yang memiliki tekstur yang lembut, jika dirasakan hampir sama dengan kapas akan tetapi memiliki wrna yang lebih mengkilap dan teksturnya lentus saat dikenakan.

Jenis kain ini biasanya digunakan untuk bahan kaos basket, kebanyakan kain ini dimanfaatkan untuk bahan pembuatan baju-baju atau kaos olahraga.

  • Kain Viscose

Viscoe merupakan jenis kain yang mempunyai serat organik yang dibuat oleh manusia dan biasa dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan kain.

Kain viscoe memiliki tekstur yang sama dengan tekstur pada kapas, sehingga ketika Anda menggunakan kain ini maka akan terasa lembut, hanya saja ketika Anda menggunakan kain ini saat keadaan cuaca sedang panas, maka akan terasa panas, begitupula sebaliknya.

  • Kain Satin

Jenis kain satin ini, merupakan kain yang memiliki warna yang mengkilap, serta tekstur kainnya juga licin. Kain satin sendiri memiliki banyak sekali jenisnya.

Biasanya kain jenis ini banyak digunakan untuk bahan pembuatan aneka kerajinan, sebagai kain pelapis dan lain sebagainya.

  • Kain Denim

Kain denim atau juga biasa disebut dengan kain jeans merupakan kain yang memiliki material yang kuat, kain ini terbuat dari katun twill.

Bahan dari kain ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan celana jeans, selain sebagai bahan pembuatan celana, jenis kain ini banyak digunakan sebagai bahan pembuatan untuk jaket wanita.

  • Kain Jersey

Kain jersey adalah jenis kain yang memiliki 2 motif, yakni polos dan motif. Kain jersey memiliki bahan yang elastis dan mudah melar, halus dan juga tidak berbulu. Bahan kain ini sangat ringan dan jatuh ketika digunakan.

  • Barbie Ceruty Crepe

Kain ini biasa disebut dengan baby doll, merupakan jenis bahan kain crepe paling tipis, ringan dan jatuh saat dikenakan, selain itu bahannya juga transparan.

Bahan dari kain ini tidak elastis dan memiliki harga yang cukup mahal jika Anda membeli yang eceran. Bahan kain ini cocok digunakan sebagai bahan Burqoh, karena memiliki kain yang tipis dan nerawang.

  • Crezia Crepe

Kain crepe ini memiliki bahan yang elastis, bahkan bisa dibilang sangat elastis, rasanya hanya jenis inilah yang memiliki tingkat elastisitas yang tinggi diantara kain crepe lainnya.

Ciri khas kain ini adalah ringan dan jatuh serta tidak mudah kusut, kain ini juga adem saat dikenakan.

  • Diamond Crepe Georgette

Kain diamond crepe memiliki tekstur jeruk yang samar, namun teksturnya dapat kita lehat dengan baik.

  • Diamond Crepe Italiano

Dioamond crepe italiano merupakan jenis kain crepe yang memiliki tekstur seperti kulit jeruk. Lengkungannya terlihat sangat jelas, ketika Anda meraba permukaannya maka akan terasa sangat kasar.

Kain jenis ini memiliki karakter yakni bahannya ringan, jatuh saat dipakai, bahannya cukup melar. Kain jenis ini juga memiliki kain yang tipis dan tembus pandang.

  • Bubble Crepe

Disebut dengan kain bubble crepe karena kain ini memiliki tekstur kulit jeruk yang terlihat jelas, sehingga membuatnya diberi sebutan dengan nama bubble.

Tekstur jeruknya juga akan terasa ketika Anda merabanya. Bahan ini memiliki karakteristik yakni kainnya agak tipis namun tidak menerawang, bahan kainnya juga jatuh saat dikenakan.

Kain bubble crepe cukup nyaman digunakan untuk bahan pembuatan jilbab dan gamis. Alasan dipilihnya jenis kain ini adalah karena bahannya yang ringan dan tidak mudah  kusut, serta ketika digunakan bahannya juga tidak mudah bikin tubuh gerah, sehingga menjadi salah satu pilihan sebagai salah satu bahan yang bagus untuk pembuatan jilbab atau gamis.

  • Arabian Crepe

Bahan dari kain Arabian crepe ini sangat halus, dingin dan adem serta agak tebal. Jika kita melihatnya dengan seksama maka akan seperti kain mosscrepe.

  • Mosscrepe

Kain jenis ini memiliki tekstur jeruk, seperti terdapat butiran pasir yang tersusun. Apabila kita melihatnya dari jarak yang lebih dekat, akan nampak seperti ada pasir yang menempel pada permukaan kainnya. Sebenarnya hal tersebut berasal dari bagian serat dari kain itu sendiri.

Kain mosscrepe memiliki ciri khas yakni bahannya cukup tebal, namun susunannya agak longgar, jadi apabila diperhatikan maka akan nampak sedikit menerawang. Kain jenis ini akan nyaman digunakan untuk bahan pembuatan jilbab dan gamis.

  • Katun Jepang

Kain katun Jepang merupakan jenis katun yang memiliki harga yang mahal. Akan tetapi harga yang mahal tersebut sesuai dengan kualitas yang akan Anda peroleh.

Katun Jepang juga memiliki peminat yang banyak sekali, sehingga hal ini membuat produk KW juga mulai bermunculan. Oleh karena itu masih banyak sekalo orang yang kadang keliru dalam membedakan mana yang asli dan mana yang asli. Biasanya katun Jepang memiliki motif yang menarik khas Jepang.

  • Katun Ima Slub Import

Katun ima slub hampir sama dengan katun ima polos, perbedaan mendasar diantara keduanya adalah terdapat pada tekstur kainnya yang mempunyai susunan slub atau garis silang-silang.

  • Katun Ima Polos Import

Katun ima merupakan kain katun impor dari Jepang, kainnya tergolong tipis, dengan susunan kainnya yang rapat dan apabila diraba akan terasa halus.

Katun ima memiliki serat yang halus dan rapat. Jika Anda memperhatikannya lebih dekat, maka tidak akan terlihat serat yang terurai, karena kain ini memiliki serat yang rapi. Tentu kain ini sangat berbeda dengan jenis katun supernova yang seratnya tampak brudul.

  • Katun Ima Platinum

Kain ima platinum sendiri memiliki komposisi bahan sintesis yang dominan dibandingkan dengan bahan katunnya. Anda dapat mengetahuinya dari tampilannya yang hampir sama dengan plastik atau bahan mantel.

  • Katun Ima Royal Platinum

Kain katun yang satu ini memiliki tingkat ketebalan yang sama dengan toyobo original. Namun memiliki kualitas dibawah toyobo original jika dilihat dari beberapa aspek lainnya.

Dalam memilih kain ini Anda harus berhati-hati, jangan sampai salah pilih jenis kain ima platinum yang tanpa kata “royal”, karena kedua bahan ini memiliki perbedaan yang sangat jauh walaupun namanya sangat mirip.

Perbedaan mendasar dari kedua bahan kain ini adalah, kain katun ima royal platinum, jika diraba akan terasa halus, lembut dan jatuh. Sedangkan ima platinum memiliki tekstur seperti plastik, kain ini lebih cocok apabila disebut dengan kain mantel.

  • Linen Slub

Linen jenis ini adalah kain linen yang memiliki susunan serat yang rapat dan terdapat tekstur yang saling silang pada setiap permukaan kainnya. Selain itu bahan kainnya juga lebih tipis dibandingkan kain linen look.

Kain linen slub memiliki ciri khas yang berbeda dengan kain linen lainnya. Baik dilihat dari segi tekstur, feel atau rabaannya. Kain linen slub bahannya terasa lebih kasar dan cenderung tidak adem.

Pada umumnya kain linen slub adalah kain yang jatuh, sedikit kasar dan juga tidak mengkilap. Ciri – ciri dari kain ini seperti namanya yakni susunan slub atau garis serat benangnya putus-putus dan juga saling silang-menyilang.

  • Maxmara Premium

Kain maxmara ialah jenis kain yang mirip dengan kain satin. Bedanya kain maxmara memiliki tekstur yang lebih lembut dan adem serta nyaman dikulit ketika dikenakan.

Bahan dari kain maxmara merupakan kain yang tidak gerah saat dikenakan. Kain ini juga memiliki tekstur yang licin, ringan serta jatuh saat dipakai dibadan. Kain maxmara juga lebih rapi dan lebih baik dari kain jenis satin.

Terdapat sedikit perbedaan antara kain maxmara polos dengan yang memiliki motif. Pada maxmara polos mempunyai grade yang mirip dengan maxmara lux. Sedangkan maxmara polos lebih cenderung memiliki warna yang mengkilap, dan juga memiliki serat kain yang lebih lembut.

  • Katun Madina

Bahan katun madina memiliki ciri khas yang mirip dengan linen burberry. Namun serabut seratnya tidak begitu besar seperti linen blueberry dan juga ketebalannya masih berada dibawahnya.

Ciri-ciri katun madina mirip dengan linen look, namun tidak licin. Bahan katun madinah tidak menerawang, kainnya juga bersifat jatuh dan mampu menyerap keringat.

  • Linen Kenzo

Bahan dari kain ini adalah bahan yang tergolong masih baru beredar. Tingkat ketebalan dari kain linen kenzo hampir sama dengan linen slub. Begitupula dengan ciri khas yang dimilikinya juga mirip dengan linen slub.

Bahan kain ini kurang adem dan juga memiliki tekstur yang sedikit kasar. Biasanya jenis kain ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan blazer dan juga ada yang memanfaatkannya sebagai bahan pembuatan baju koko dan gamis untuk laki-laki.

  • Linen Euro

Kain linen uero merupakan bahan kain yang paling kaku serta serat benangnya sangat longgar dan besar, namun masih dalam batas yang wajar untuk kain linen.

Kainnyanya juga terlihat nerawang jika diperhatikan. Namun jika dilihat dari kualitasnya, bahan ini cukup adem dan lembut. Sehingga jika digunakan untuk bahan pembuatan baju akan terasa adem.

Ciri khas dari kain linen uero adalah terasa adem, sedikit kaku, halus, lembut dan tidak jatuh. Sehingga kain ini sangat cocok untuk pakaian dengan gaya kasual.

  • Linen Look Burbery Import

Bahan kain ini memiliki keistimewaan, yakni kainnya yang cukup tebal, lemas dan juga terasa adem. Kain jenis ini memang patut diakui kualitasnya. Bahan ini memiliki beberapa jenis misalnya linen look nikobo, sauloon, lorita dan juga burberry lokal.

Kain dari linen look sendiri memiliki ciri khas bahannya yang lembut, sangat halus dan lebih jatuh dari jenis bahan linen look yang lainnya.

Bahan ini sudah umum dipakai dan dimanfaatkan untuk bahan pembuatan kemej, gamis dan jilbab. Walaupun ada yang berpendapat bahwa kain ini terlalu tebal untuk ukuran jilbab. Selain itu bahan kain ini sangat cocok juga untuk bahan pembuatan baju koko.

  • Wolfis Premium (Woolpeach Grade A)

Bahan wolfis premium memiliki karakteristik yang jatuh, terasa halus ketika diraba dan dikenakan, serta tidak transparan saat digunakan. Pada dasarnya kualitas wolfis grade itu berbeda-beda. Oleh karenanya kita harus mengetahui dengan baik jenis-jenisnya.

  • Katun Supernova

Jika Anda mencari bahan katun yang memiliki harga yang terjangkau, maka katun supernova adalah jawabannya. Pada umumnya jenis kain ini memiliki karakteristik yang lembut, adem, halus dan ringan, serta bahannya juga agak tipis.

Kain ini akan nyaman digunakan untuk bahan pembuatan baju walaupun memiliki beberapa kekurangan.

  • Barbie Crepe Ar-Raihan

Bahan kain ini mirip dengan wollycrepe premium. Akan tetapi kain ini memiliki kualitas yang lebih baik. Barbie crepe Ar-Raihan merupakan kain crepe yang setara dengan wollycrepe caltry.

  • Wollycrepe Premium

Wollycrepe merupakan kain crepe yang mempunyai tekstur kain yang paling lebut dan halus jika dibandingkan dengan jenis bahan crepe yang lainnya.

Kain wollycrepe ini sangat cocok apabila dijadikan bahan pembuatan jilbab dan gamis syar’i. Karena kain jenis ini memiliki tingkat ketebalan yang pas dan memiliki susunan serat yang rapat sehingga tidak menerawang.

Bahan wollycrepe sendiri sangat banyak, wollycrepe premium merupakan bahan kain yang paling bagus diantara kain wollycrepe yang lainnya, selain itu kualitasnya juga lebih halus, lembut dan jatuh.

Berbeda dengan bahan wollycrepe yang banyak beredar saat ini yang memiliki tekstur cenderung kasar dan kaku, selain itu terlihat menerawang dan juga membuat cepat gerah.

  • Madame

Bahan kain madame termasuk bahan yang mahal namun sangat pas jika dilihat dari kualitas yang dimilikinya. Bagi seseorang yang lebih mementingkan kenyamanan saat mengenakan busana syari, maka bahan ini sangat direkomendasikan.

Walaupun bukan termasuk bahan katun, bahan madame merupakan kain yang halus dan adem sepertihalnya kain katun.

  • Amira Premium Import

Pasti Anda akan bertanya, seperti apasih kain amira premium ini? Amira premium atau bahan megumi ini merupakan kain yang sangat mirip dengan bahan amira. Namun memiliki kualitas diatasnya bahan amira, bahan megumi juga merupakan produk yang di import dari negara Jepang.

Bahan megumi memiliki ketebalan yang cukup baik, sehingga bahan yang menggunakan kain ini tidak akan menerawang. Jika dibandingkan dengan katun toyobo, bahan megumi masih lebih tebal darinya. Walaupun memiliki ketebalan yang lebih baik dari katun toyobo, namun kain ini adalah kain yang ringan sekali.

Kain jenis megumi ini memiliki karakteristik yang adem, tidak gerah, serta kainnya jatuh dan halus serta lembut saat digunakan. Bahannya sangat direkomendasikan untuk bahan pembuatan gamis.

Kain ini memiliki kualitas diatas kain amira, walaupun jika dilihat memiliki penampakan yang tidak jauh berbeda dari amira.

  • Balotelly Ar-Raihan

Kualitas dari bahan kain ini adalah jenis balotelly yang memiliki kualitas diatasnya balotelly grade A. Bahan kain ini setara dengan Zegna Italiano. Kain jenis balotelly Ar-Raihan grade A+ memiliki tekstur yang lebih halus dan lebih jatuh, selain itu bahannya terasa lebih lemas dibandingkan balotelly grade A.

Bahan jenis ini juga lebih nyaman, memiliki tekstur yang lembut dan adem ketika digunakan. Kalau Anda belum mencoba kain dari bahan jenis balotelly Ar-Raihan Grade A+ ini maka Anda perlu mencobanya.

Jika Anda tertarik untuk membeli kain balotelly di toko kain ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yakni standarisasi grade yang ada pada setiap toko memiliki standar yang berbeda-beda. Sehingga Ada baiknya jika Anda ingin membelinya, Anda perlu mengeceknya secara langsung supaya nggak kecewa nantinya.

  • Balotelly Grade A

Bahan balotelly adalah kain yang memiliki tekstur yang khas, yakni berupa kotak-kotak kecil yang membentuk sebuah garis. Sehingga jika kita melihat pola dari garis tersebut dari kejauhan akan nampak berbentuk skema kotak-kotak yang lebih besar dan memiliki susunan yang teratur.

Bahan kain balotelly grade A yang beradar dipasaran ada banyak jenisnya. Pada umumnya yang banyak dijual merupakan jenis balotelly original atau ballotelly grade B.

Jenis balotelly grade A memang agak sulit ditemukan, karena pada umumnya kain ini yang banyak beredar adala yang memiliki tekstur kasar dan kaku. Berbeda dengan balotelly grade A yang memiliki tekstur lebih halus dan lembut, serta jatuh saat dikenakan di badan.

Kain balotelly grade A memiliki tekstur yang lebih halus dan jatuh, bahan kainnya juga tidak kaku jika dibandingkan dengan balotelly jenis lainnya. Walaupun jika dilihat antara balotelly grade A dengan grade B nampak sama, akan tetapi jika dilihat dari kualitasnya tentu balotelly grade A memiliki kualitas diatas grade B.

  • Katun Toyobo Fodu Import

Katun toyobo fodu adalah grade yang lebih baik dibandingkan jenis toyobo yang original. Walaupun keduanya adalah kain yang sama-sama di import. Namun katun toyobo fodu memiliki kualitas serat yang lebih tebal dan lebih rapat.

Apabila dilihat dari bagian permukaan kainnya, katun toyobo terlihat nampak sedikit mengkilap, sehingga membuatnya semakin nampak berkelas.

Nah jika Anda ingin membeli atau tertarik untuk menggunakan jenis kain ini dalam industri tekstil Anda, maka Anda perlu mengetahui beberapa jenisnya, karena kain ini memiliki beberapa jenis, jika Anda kurang berhati-hati kemungkinan Anda akan mendapatkan produk KW.

Pastikanlah terlebih dahulu saat akan melakukan pembelian kain katun toyobo yang original, untuk menghindari mendapatkan produk KW Anda bisa membeli dari rekomendari orang-orang yang penah membelinya.

  • Katun Toyobo Original Import

Jenis kain ini memiliki kesan agak jatuh dan juga ringan, walaupun tidak sejatuh bahan wolfis, namun bahan ini tergolong jenis bahan kain yang tidak kaku.

Serat kain yang menyusun bahan kain katun toyobo ini sangat rapat dan juga tidak memiliki tekstur yang khas, seperti katun ima slub ataupun linen look. Akan tetapi kain katun toyobo memiliki karakteristik bahan yang adem, halus dan juga agak licin walaupun warnanya tidak mengkilap.

Biasanya bahan ini sangat cocok digunakan sebagai bahan pembuatan baju kantor, koko, gamis dan juga untuk bahan pembuatan jilbab syari.

Nah itulah 50 jenis kain yang banyak digunakan dalam industri garmen atau konveksi. Berbicara soal industri konveksi, di Indonesia sendiri ada banyak sekali produsen yang memproduksi aneka kaos yang memanfaatkan kain-kain diatas, salah satunya industri konveksi kaos Jogja yang telah terbukti menjadi pilihan banyak orang.

Mungkin itulah yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat, jangan lupa untuk sering mampir di blog vazame.com untuk mendapatkan update terbarunya, terima kasih.

vaza me

Namaku adalah...

Leave a Reply

Tutup
%d bloggers like this: