√ 65+ Gambar Wayang Kulit Semar, Arjuna, Srikandi, Werkudara, Lengkap

Gambar Wayang Kulit – wayang kulit merupakan seni tradisional Indonesia yang banyak berkembang di Pulau Jawa. Kata wayang berasal dari kaya “Ma Hyang” memiliki arti yakni menuju kepada roh spritual, dewa / Tuhan Yang Maha Esa.

Ada juga yang mengartikan wayang merupakan istilah Jawa yang memiliki makna “Bayangan”. Hal ini disebabkan karena pentonton juga dapat menyaksikan wayang dari belakang kelir atau hanya menyaksikan bayangannya saja.

Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang sekaligus menjadi narator dari dialog tokoh-tokoh wayang tersebut. Pementasan wayang kulit biasanya diiringi dengan musik gamelan yang dimainkan oleh sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh pesinden.

Dalang akan memainkan wayang kulit di balik kelir, yakni sebuah layang yang terbuat dari kain putih, sementara itu dibagian belakangnya disorot oleh lampu listrik ataupun dengan menggunakan lampu minyak (blencong).

Sehingga penonton yang berada di sisi yang lain dari layar masih dapat melihat pagelaran wayang tersebut dengan melihat bayangannya yang jatuh ke kelir.

Gambar Wayang Kulit

  • Wayang Kulit Semar
  • Wayang Kulit Arjuna
  • Wayang Kulit Srikandi
  • Wayang Kulit Werkudoro
  • Wayang Kulit Bima
  • Wayang Kulit Kresna
  • Wayang Kulit Sengkuni
  • Wayang Petruk
  • Wayang Puntadewa
  • Wayang Punakawan
  • Wayang Bagong
  • Wayang Nakula
  • Wayang Gareng

Nah itulah kumpulan 65 gambar wayang kulit yang lengkap

Pembuatan Wayang Kulit

Wayang kulit dibuat dari bahan baku kulit sapi yang telah diproses menjadi kulit yang memiliki bentuk lembaran. Setiap wayang biasanya membutuhkan sekitar 50×30 cm lembaran kulit.

Kulit tersebut akan dipahat dengan menggunakan alat dari besi dengan berbentuk ujung yang runcing. Besi baja ini akan dibuat terlebih dahulu dengan berbagai ragam dan bentuk serta ukurannya. Mulai dari yang runcing, berbentuk pipih, keci, besar serta bentuk lainnya yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Akan tetapi pada umumnya, dalam menata maupun membuat aneka bentuk lubang ukiran yang sengaja dibuat hingga berlubang. Setelah itu akan dilakukan pemasangan pada bagian-bagian tubuh seperti tangan, pada tangan tersebut ada dua sambungan, lengan bagian atas dan siku, untuk menyambungkannya digunakan sekrup kecil yang terbuat dari tanduk kerbau maupun sapi.

Tangkai yang memiliki fungsi untuk menggerak-gerakkan bagian lengan yang memilikiw arna kehitaman juga terbuat dari bahan tanduk kerbau. Selain itu warna emas yang ada padanya merupakan tempelan dari kertas warna emas atau dibron yang dicat dengan bubuk yang dicairkan. Akan tetapi hasilnya akan lebih baik dengan yang menggunakan prada atau kertas emas.

Jenis-Jenis Wayang Kulit Berdasar Daerah

Berikut ini adalah jenis macam wayang kulit jika dilihat berdasarkan daerahnya:

  • Wayang kulit cengkok kedu

Wayang kulit cengkok kedu dirintis oleh seorang dalang bernama Ki Lebdajiwa atau ki Panjangmas yang berasal dari desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.

  • Wayang kulit gagrag Yogyakarta

Wayang kulit gragag Yogyakarta adalah wayang kulit yang secara morfologi mempinyai ciri, bentuk, pola tatahan, & pewarnaan yang khas. Dalam pertunjukan wayang kulit gragag Yogyakarta juga mempunyai unsur-unsur yang khas yakni: lakon wayang atau penyajian alur cerita dan maknanya, catur atau narasi dan percakapan, karawitan atau gendhing, sulukan dan juga properti panggung.

  • Wayang kulit gagrag Surakarta

Wayang kulit gagrag Surakarta merupakan wayang yang dibuat dengan gaya Surakarta. Adalah hasil dari kreasi seni wayang oleh sanggar-sanggar wayang di daerah Surakarta dan sekitarnya.

  • Wayang kulit gagrag Banyumasan

Wayang gagrag Banyumasan adalah salah satu jenis wayang dengan gaya pedalangan tanah Jawa, yang lebih dikenal dengan sebutan pakeliran.

  • Wayang kulit gagrag Jawa Timuran

Wayang kulit Jawa Timuran memiliki ciri khas yang mencolok yakni terdapat pada beberapa tokoh wayang yang mengenakan busana kepala gelung yang dikombinasikan dengan makutha.

  • Wayang Bali

Wayang kulit Bali merujuk pada seni pertunjukan wayang kulit yang berkembang di Pulau Bali, pertunjukan wayang kulit Bali mempunyai dua jenis tema cerita, yaitu tema spiritual dan tema hiburan.

  • Wayang kulit banjar (Kamimantan Selatan)

Wayang kulit Banjar merupakan wayang kulit yang telah berkembang didalam budaya suku Banjar yang ada di Kalimantan Selatan ataupun yang berada di daerah perantuan suku misalnya seperti di Indragiri Hilir.

  • Wayang Palembang (Sumatera Selatan)

Wayang kulit Palembang merupakan bentuk pewayangan yag memiliki visi dan versi dari masyarakat Palembang itu sendiri. Kesenian wayang Palembang diperkirakan telah ada sejak abad ke 19 pada masa pemerintahan Arya Damar.

Bentuk fisik dari wayang Palembang ini serupa dengan wayang purwa yang ada di suku Jawa.

  • Wayang Betawi (Jakarta)

Wayang kulit betawi merupakan pertunjukan wayang yang berkembang di daerah kawasan Jakarta dan sekitarnya. Wayang ini masih mempunyai keterkaitan dengan wayang kulit Jawa salah satunya adalah Banyumas.

  • Wayang kulit Cirebon (Jawa Barat)

Wayang kulit Cirebon merupakan salah satu ragam wayang kulit yang ada di Nusantara. Perkembangan wayang kulit di Cirebon dari masa Hindu Budha ke masa Islam merupakan bentuk dari diplomasi dakwah.

  • Wayang Madura

Meskipun tidak seprofesional pertunjukan wayang yang ada di Jawa pada umumnya. Namun wayang Madura kini telah mulai dikenal oleh masyarakat luas Pamekasan.

Bahkan wayang berbahasa Madura ini sering tampil pada berbagai lomba wayang di tingkat regional hingga tingkat nasional.

  • Wayang Siam

Wayang siam merupakan kesenian wayang tradisional yang populer di Kelantan, Malaysia. Wayang siam ini dimainkan oleh seorang dalam yang didampingi ileh delapan pemain musik. Wayang siam ini dimainkan dengan menggunakan bahasa Melayu.

Dayang Wayang Kulit

dayang wayang kulit

Dalam pentas seni wayang, Dalang merupakan bagin yang paling penting  dalam pertunjukan wayang kulit.

Menurut terminologi bahasa Jawa, dalang berasal dari akronimnya ngudhal piwulang. Ngudal memiliki arti membongkar sedangkan piwulang artinya adalah ajaran, pendidikan atau ilmu dan informasi.

Jadi keberadaan dalang dalam sebuah pentas seni wayang kulit bukan hanya sebagai aspek hiburan saja namun juga sebagai tuntunan. Oleh karenanya disamping memiliki kemampuan menguasai teknik pedalangan sebagai aspek hiburan, dalang juga harus orang yang memiliki pengetahuan yang luas dan dapat memberikan pengaruh yang baik.

Dalang-dalang wayang kulit yang mencapai puncak kejayaann dan melegenda antara lain yaitu Alm Ki Tristuti Rachmadi, Alm Ki Narto Sabdo, Alm Ki Surono, Alm Ki Timbul Hadi Prayitno, Alm Ki Hadi Sugito, Ki Soeparman, Ki Anom Suroto, Ki Manteb Sudarsono, Ki Enthus Susmono, Ki Agus Wiranto, Alm Ki Suleman, Alm Ki Sugino Siswocarito. Sedangkan pesinden yang melegenda ialah Almarhumah Nyu Tjondrolukito.

Penutupan

Nah itulah berbagai macam kumpulan gambar wayang kulit yang bisa saya share ke sobat semua, semoga bermanfaat sebagai referensi dan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan sobat semua. Jangan lewatkan untuk membaca gambar jaring jaring kubus dan gambar flora dan fauna yang ada di blog ini ya sobat.

Leave a Comment